Rabu, 08 April 2026

Polri dan Filipina Perkuat Kerja Sama Tangani Eksploitasi Seksual Anak Daring

Jumat, 18 Juli 2025 02:09 WIB
Polri dan Filipina Perkuat Kerja Sama Tangani Eksploitasi Seksual Anak Daring
Delegasi Direktorat PPA dan PPO Bareskrim Polri menghadiri kegiatan resmi di kantor baru Women and Children Protection Center (WCPC) di Camp BGen Rafael T Crame, Quezon City, Filipina, Selasa (15/7/2025).
Quezon City (buseronline.com) - Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Bareskrim Polri menghadiri kegiatan resmi di kantor baru Women and Children Protection Center (WCPC), Camp BGen Rafael T Crame, Quezon City, Filipina, Selasa.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Filipina dalam menangani kejahatan eksploitasi seksual anak berbasis internet.

Kolaborasi ini terjalin melalui Philippine Internet Crimes Against Children Center (PICACC), pusat koordinasi lintas-lembaga dan lintas-negara yang fokus pada penanganan kejahatan seksual daring terhadap anak.

Acara tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi WCPC, delegasi Direktorat PPA dan PPO Bareskrim Polri, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), perwakilan Divhubinter dan Dittipid Siber, serta liaison officer dari Australian Federal Police (AFP).

PICACC dibentuk pada 27 Februari 2019 dan melibatkan Kepolisian Nasional Filipina (PNP), Biro Investigasi Nasional (NBI), AFP, Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA), serta International Justice Mission. Pada 2021, Kepolisian Nasional Belanda turut bergabung sebagai mitra strategis.

Assistant Chief ATIPD/TL PICACC, PLTCOL Ayn E. Natuel, dalam pemaparannya menyebutkan bahwa sejak 2019 hingga Juni 2025, PICACC telah menerima 580 rujukan kasus, melaksanakan 310 operasi, menangkap 178 pelaku, dan menyelamatkan 823 korban eksploitasi seksual anak secara daring.

Direktur PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol Dr Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas undangan dan sambutan yang diberikan. Ia menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi kejahatan seksual berbasis digital yang semakin kompleks dan lintas batas.

“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi lintas negara, membangun jejaring, serta saling belajar dari strategi dan sistem perlindungan anak yang telah dikembangkan secara komprehensif oleh PICACC,” ujar Brigjen Nurul.

Brigjen Nurul juga memperkenalkan program unggulan Direktorat PPA dan PPO Bareskrim Polri, yakni “Rise and Speak: Berani Bicara, Selamatkan Sesama”, yang bertujuan mendorong keberanian korban, saksi, dan masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan seksual dan eksploitasi terhadap anak.

Ia menambahkan bahwa Indonesia dan Filipina memiliki kesamaan karakter sosial dan budaya, termasuk dalam faktor-faktor yang memicu eksploitasi seksual anak secara online, seperti kemiskinan, lemahnya pengawasan keluarga, serta penggunaan teknologi tanpa edukasi yang memadai.

Acting Chief WCPC, PBGEN Maria Sheila T Portento, dalam sambutannya menegaskan bahwa isu perlindungan anak adalah isu kemanusiaan yang harus direspons bersama oleh semua negara.

“Kehadiran Bapak/Ibu hari ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama regional, berbagi praktik terbaik, serta membangun respons lintas negara yang lebih terintegrasi dan efektif,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk meningkatkan kerja sama melalui pelatihan bersama, pertukaran data intelijen, serta penguatan sistem perlindungan korban secara menyeluruh dan berkelanjutan. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pemprov Sumut Peringati HUT ke-78 dengan Tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”
Pemko Medan Siap Sukseskan Perayaan Paskah 2026 yang Lebih Meriah dan Bermakna
Indonesia Kalahkan Malaysia 1-0, Amankan Tiket Semifinal Piala AFF Futsal 2026
Gubernur Sumut Dorong Penguatan Pembinaan dan Integritas Atlet Hadapi Kejuaraan
Razia Gabungan dan Tes Urine Warnai Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Lapas Pancurbatu
Polri Perketat Pengawasan Distribusi Energi, 755 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Terungkap
komentar
beritaTerbaru