Selasa, 07 April 2026

Pemerintah Prioritaskan Pertahanan Nasional dalam RPJMN 2025-2029

Kamis, 12 Desember 2024 00:18 WIB
Pemerintah Prioritaskan Pertahanan Nasional dalam RPJMN 2025-2029
Mayjen TNI Rudy Syamsir memimpin Rapat Koordinasi Program Kerja Bidang Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan di Bandung, Selasa (10/12/2024).
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memantapkan sistem pertahanan nasional sebagai bagian dari visi "Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045".

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mayjen TNI Rudy Syamsir dalam Rapat Koordinasi Program Kerja Bidang Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Rudy menjelaskan bahwa rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025-2029 telah menjabarkan Asta Cita menjadi delapan prioritas nasional.

Pada bidang pertahanan, prioritasnya adalah memantapkan sistem pertahanan keamanan negara sekaligus mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, serta pengembangan ekonomi kreatif, hijau, dan biru.

"RPJMN ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan tahunan yang dimulai pada 2025. Selain mengawal prioritas kedua terkait pertahanan, Kemenko Polhukam juga mendukung prioritas pertama, yakni memperkokoh ideologi Pancasila dan demokrasi," ujar Rudy.

Dalam RPJMN 2025-2029, sektor pertahanan dijabarkan dalam tiga program utama, yaitu:

1. Pembangunan postur pertahanan negara.

2. Pembangunan industri pertahanan.

3. Pengembangan komponen cadangan dan pendukung.

Menurut Rudy, pemerintah juga telah menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025, yang mengintegrasikan program pertahanan dengan kementerian/lembaga terkait.

"Program-program ini harus dijalankan secara terpadu, terarah, dan tersinkronisasi agar target yang diharapkan dapat tercapai secara optimal," tegasnya.

Rudy menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antar-kementerian/lembaga untuk mengawal prioritas nasional.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyamakan persepsi serta bekerja sama dalam mengembangkan kekuatan pertahanan dan industri pendukungnya.

"Upaya ini tidak mungkin dilakukan secara mandiri. Dibutuhkan kolaborasi yang solid untuk memastikan program-program ini berjalan sesuai dengan tujuan," ungkapnya.

Melalui langkah-langkah strategis ini, pemerintah berharap dapat memperkuat kemandirian bangsa sekaligus mempersiapkan Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru