Selasa, 03 November 2026

Kapolri Minta Jaringan Kejahatan Digital Dibongkar, Pelacakan Aset Jadi Prioritas

Selasa, 03 November 2026 15:35 WIB
Kapolri Minta Jaringan Kejahatan Digital Dibongkar, Pelacakan Aset Jadi Prioritas
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto foto bersama dengan lainnya usai memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan 70 di Lembaga Ketahanan Nasional RI.

Jakarta (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa pemberantasan kejahatan digital dan tindak pidana lintas negara harus dilakukan secara menyeluruh.

Tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, aparat penegak hukum juga harus membongkar jaringan serta menelusuri aset hasil kejahatan.

Dilansir dari laman Humas Polri, hal tersebut disampaikan Suyudi saat memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 70 di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat modus kejahatan semakin kompleks dan sulit ditangani. Bahkan, pelaku kini memanfaatkan jaringan lintas negara untuk menjalankan aksinya sekaligus menyembunyikan hasil kejahatan.

Suyudi mencontohkan, uang hasil penipuan daring dapat dipindahkan melalui sejumlah rekening, dikonversi menjadi aset digital, hingga dikirim ke luar negeri untuk menghilangkan jejak transaksi.

Selain kejahatan digital, ia juga menyoroti tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kerap menggunakan modus tawaran pekerjaan palsu. Para korban kemudian dipaksa terlibat dalam aktivitas ilegal, seperti penipuan daring, perjudian online, hingga tindak pidana narkotika.

"Penanganan kejahatan yang tidak hanya berfokus pada pelaku di lapangan, tapi juga yang lebih penting adalah pengungkapan jaringan, penelusuran aliran dana, dan pemulihan kerugian kepada masyarakat korban," kata Suyudi.

Ia mengingatkan, perkembangan teknologi juga melahirkan berbagai modus penipuan baru, mulai dari phishing, malware, ransomware, hingga manipulasi menggunakan deepfake dan kecerdasan artifisial (AI).

Berdasarkan survei Global Anti-Scam Alliance tahun 2025, sebanyak 66 persen responden dewasa di Indonesia disebut pernah menjumpai upaya penipuan. Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian penipuan transaksi keuangan yang dilaporkan melalui Indonesia Anti-Scam Center mencapai Rp9,1 triliun.

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Suyudi menekankan pentingnya kolaborasi antara Polri, OJK, perbankan, penyedia layanan telekomunikasi, platform digital, serta kementerian dan lembaga terkait.

Koordinasi lintas instansi juga diperlukan dalam penanganan TPPO, khususnya dengan lembaga yang membidangi ketenagakerjaan, imigrasi, dan pelayanan sosial.

Sementara itu, kerja sama internasional dibutuhkan untuk memperkuat pertukaran informasi, koordinasi penyidikan, bantuan hukum timbal balik, serta pelacakan aset hasil kejahatan yang berada di luar negeri.

"Jangan kita cuma sekadar menangkap, tapi tidak kita tracing asetnya. Karena kalau kita tidak miskinkan, dia akan terus bekerja terus, dia mengembangkan jaringannya," tegasnya.

Selain penindakan, Suyudi menilai upaya pencegahan melalui edukasi dan literasi digital masyarakat harus terus diperkuat. Masyarakat perlu dibekali kemampuan mengenali modus penipuan, melindungi data pribadi, serta menggunakan saluran pengaduan resmi.

Ia berharap para peserta P4N Angkatan 70 mampu mengembangkan pola pikir strategis dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kejahatan modern.

Menurutnya, penanganan kejahatan digital dan lintas negara tidak bisa hanya mengandalkan Polri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk memutus jaringan kejahatan, melindungi masyarakat, dan menjaga stabilitas keamanan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kapolri dan Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Jaga Toleransi dan Stabilitas Kamtibmas
Kapolri Tegaskan Komitmen Perkuat Penegakan Hukum dan Dukung Indonesia Emas 2045
Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Judi Online hingga Penipuan Digital
Kapal Tanker Pengangkut 1,16 Ton Ketamin di Sumut Berulang Kali Ganti Nama, Ini Modusnya
Kapolri Kunjungi MA, Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Penegakan Hukum
Kapolri Suyudi Ario Seto Tekankan Polri Harus Hadir dan Berikan Solusi bagi Masyarakat
komentar
beritaTerbaru