Senin, 21 September 2026

Polri Evakuasi Korban Penculikan KKB dari Alama ke Timika

Senin, 21 September 2026 10:30 WIB
Polri Evakuasi Korban Penculikan KKB dari Alama ke Timika
Evakuasi korban penculikan KKB, Deremina Uwamang, dari wilayah Bela 1, Distrik Alama, menuju Timika pada 14 September 2026.

Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri memberikan dukungan penerbangan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di wilayah Papua Tengah.

Dilansir dari laman Humas Polri, dukungan tersebut dilakukan untuk membantu pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.

Salah satu dukungan tersebut berupa evakuasi korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Deremina Uwamang, dari wilayah Bela 1, Distrik Alama, menuju Timika pada 14 September 2026.

Korban dievakuasi menggunakan Helikopter Bell 412 P-3002. Setelah tiba di Timika, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.

Dukungan penerbangan kembali dilakukan pada 17 September 2026. Helikopter yang sama digunakan untuk menjemput keluarga korban dari Distrik Jila menuju Timika.

Tim Operasi Damai Cartenz bersama tim penjemputan tiba di Bandara Timika sekitar pukul 09.48 WIT dalam kondisi selamat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tidak terdapat kendala selama perjalanan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, dukungan penerbangan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri menghadirkan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan medan yang sulit.

"Dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua, Polri tidak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan dan kepentingan kemanusiaan," ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, pada 18 September 2026.

Menurutnya, dukungan penerbangan menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Keberhasilan proses evakuasi dan penjemputan juga tidak terlepas dari koordinasi antara personel Operasi Damai Cartenz, Direktorat Kepolisian Udara, dan unsur terkait.

"Medan dan kondisi geografis Papua memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, keselamatan penerbangan, profesionalisme personel, koordinasi dan sinergi menjadi hal yang terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas," katanya.

Dalam penerbangan tersebut, Helikopter Bell 412 P-3002 dipimpin AKBP Asran Koto sebagai captain pilot dengan Ipda Bambang S sebagai co-pilot. Sementara dukungan teknis diberikan Aipda Agus S dan Aipda Grifanli sebagai mekanik serta Briptu Suwirya sebagai FOO.

Trunoyudo menegaskan, kehadiran Polri di Papua bukan hanya untuk menjalankan tugas operasional, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

"Polri akan terus hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan keselamatan, profesionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan," tuturnya.

Dukungan penerbangan dalam Operasi Damai Cartenz-2026 tersebut menjadi bagian dari sinergi antarunsur Polri dalam menjalankan tugas di Papua Tengah.

Melalui evakuasi, penjemputan, dan pelayanan kepada masyarakat, Polri berupaya memastikan masyarakat di wilayah dengan akses terbatas tetap mendapatkan perlindungan dan pelayanan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kapolri Minta Keluhan Masyarakat Jadi Peringatan Dini untuk Pembenahan Polri
SMA Kemala Taruna Bhayangkara Berpeluang Terima Siswa WNA, Jalur Khusus Putra-Putri Atase Kepolisian Diwacanakan
Polri Kembali Raih Opini WTP BPK, Jadi yang ke-13 Kali
Polri Kerahkan Dua Kapal dan Helikopter untuk Cari Korban KM Virgo Transport 8
Helikopter Polri Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 dari Tengah Laut
Polri Evakuasi Dua Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 dengan Helikopter
komentar
beritaTerbaru