"Ketika guru-guru yang memiliki semangat serupa terhubung dalam sebuah jejaring, dampak yang dihasilkan dapat melampaui ruang kelas dan menjangkau komunitas yang lebih luas," ujarnya.
Melalui Kamp
SATRIA, para guru mendapatkan penguatan kapasitas dalam pendidikan antikorupsi, komunikasi, kepemimpinan, pengelolaan jejaring, hingga penyusunan rencana aksi yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.
Program tersebut juga diarahkan untuk membangun komunitas guru penggerak pendidikan antikorupsi yang aktif dan berkelanjutan.
KPK berharap 38 peserta
SATRIA dapat menjadi teladan integritas di lingkungan sekolah sekaligus menjadi simpul jejaring pendidikan antikorupsi yang mampu menularkan nilai-nilai integritas kepada lebih banyak pihak.
Dengan demikian, pendidikan antikorupsi diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang menjangkau lingkungan pendidikan dan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar