Jumat, 28 Agustus 2026

Polri Kerahkan 403 Personel untuk Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla

Jumat, 28 Agustus 2026 19:30 WIB
Polri Kerahkan 403 Personel untuk Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla
Sebanyak 403 personel dari Lemdiklat Polri disiapkan untuk menjadi tim edukasi pencegahan karhutla.

Jakarta (buseronline.com) - Polri memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat di sejumlah wilayah yang rawan terjadi kebakaran.

Dilansir dari laman Humas Polri, sebanyak 403 personel dari Lemdiklat Polri disiapkan untuk menjadi tim edukasi pencegahan karhutla. Mereka akan diterjunkan secara bertahap ke delapan wilayah hukum Polda, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden kepada Kapolri agar pencegahan karhutla dilakukan secara lebih masif.

Menurut Panca, pencegahan karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya tersebut harus dimulai dari peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat.

"Bapak Presiden dan Bapak Kapolri meminta kegiatan Satgas Penyuluhan melalui kegiatan edukasinya untuk lebih masif memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran hutan," ujar Panca di Jakarta, pada 25 Agustus 2026.

Para personel nantinya tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai penyebab dan dampak karhutla. Edukasi mencakup dampak terhadap kesehatan, kondisi sosial, hingga perekonomian masyarakat.

Panca menegaskan, karhutla yang tidak segera dicegah dapat menimbulkan dampak luas. Selain mengganggu kesehatan masyarakat, kebakaran juga dapat memengaruhi perekonomian daerah dan memberikan dampak terhadap negara-negara tetangga.

Dari 403 personel yang disiapkan, sebanyak delapan orang bertugas sebagai pendamping atau pimpinan, sedangkan 395 lainnya merupakan peserta didik dari S2-STIK, Setukpa, dan Sespimma.

Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Mardiyono mengatakan edukasi kepada masyarakat penting dilakukan untuk menekan faktor manusia yang menjadi salah satu penyebab karhutla.

"Kalau namanya kesalahan manusia berarti mereka kurang sosialisasi. Sehingga pada waktu nanti para siswa, para perwira siswa ini diterjunkan ke wilayah, mereka akan melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat supaya mereka lebih jelas," kata Mardiyono.

Di lapangan, para personel akan berkoordinasi dengan Direktorat Binmas di masing-masing Polda serta melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat. Polri berharap pendekatan tersebut dapat membuat edukasi lebih sesuai dengan kondisi dan karakteristik setiap daerah.

Selain pencegahan, Polri tetap mengedepankan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terkait karhutla.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni menegaskan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan upaya preventif.

"Kalau hanya dilakukan penegakan hukum saja, tentunya tidak akan selesai masalahnya. Kami bekerja sama dengan Baharkam, khususnya Korbinmas, untuk mencegah lebih dini, menyadarkan masyarakat dengan upaya-upaya sosialisasi ataupun proses edukasi di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol Auliansyah Lubis mengatakan Polri juga telah mengerahkan unsur Brimob untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah yang membutuhkan.

Selain tim pemadam, Polri segera mengirimkan tim penyuluh ke delapan Polda prioritas. Jumlah personel di setiap wilayah disesuaikan dengan tingkat kebutuhan penyuluhan.

Pelibatan peserta didik dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Peserta didik S2-STIK akan melakukan pengamatan dan penelitian lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai persoalan karhutla di wilayah penugasan.

Polri menegaskan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Melalui edukasi, koordinasi lintas fungsi, dukungan operasional, serta penegakan hukum, Polri mendorong masyarakat ikut berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak dari sumbernya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kaops Damai Cartenz Tinjau Pos Kiwirok, Tekankan Kewaspadaan dan Kesehatan Personel
Polri Kerahkan 403 Personel Cegah Karhutla di Delapan Wilayah
Polri Imbau Masyarakat Cermat Cek Informasi Digital, Jangan Jadikan Repost sebagai Ukuran Kebenaran
Polri Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif
Posko Kesehatan Polri Layani 400 Warga Terdampak Gempa di Nagekeo
Polri Kerahkan 300 Personel Brimob Tangani Karhutla di Kalimantan Barat
komentar
beritaTerbaru