Sebanyak 300 personel Brimob tersebut akan membantu Polda
Kalimantan Barat bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam mencegah serta menangani titik api, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran dan lahan gambut.
Pengerahan pasukan dari Kalimantan Timur dan Bali juga menjadi bentuk kesiapsiagaan
Polri dalam menghadapi bencana lintas wilayah. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan
karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.
Polri menegaskan akan terus mengedepankan kecepatan respons, sinergi antarinstansi, pencegahan, serta perlindungan masyarakat agar karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas. (R)
beritaTerkait
komentar