Sementara itu, untuk menangani dampak kekeringan yang sudah terjadi, Pemprov
Jawa Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan armada truk tangki.
Armada tersebut digunakan untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak kekeringan.
Taj Yasin mengatakan, koordinasi juga terus dilakukan bersama pemerintah kabupaten dan kota, terutama untuk memastikan ketersediaan air bersih yang layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi
ancaman kekeringan yang masih berpotensi terjadi hingga September 2026. (R)
beritaTerkait
komentar