Maumere (buseronline.com) - Polri bersama unsur terkait mengevakuasi dua warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui jalur udara.
Dilansir dari laman Humas
Polri, evakuasi dilakukan karena akses darat dan laut masih terbatas pascabencana. Kedua warga tersebut membutuhkan penanganan medis segera.
Mereka adalah Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang hamil dan dalam kondisi siap bersalin.
Karo Penmas Divhumas
Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, evakuasi merupakan bentuk respons cepat
Polri bersama unsur terkait untuk memastikan warga terdampak bencana memperoleh pelayanan kesehatan secepat mungkin.
"Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat," kata Trunoyudo dalam keterangannya.
Menurutnya, keterbatasan akses darat dan laut membuat jalur udara menjadi salah satu pilihan untuk mempercepat proses evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429.
Maria Noni dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lanjutan akibat cedera patah tulang paha setelah tertimpa reruntuhan rumah. Sementara Maria Angela Ngei membutuhkan pemantauan medis karena kehamilannya telah memasuki kondisi siap bersalin.
Jajaran Polres Sikka turut terlibat dalam proses evakuasi. Personel memastikan pemindahan kedua korban berlangsung aman, tertib dan lancar, sekaligus memberikan pendampingan hingga korban diberangkatkan menggunakan armada udara.
Trunoyudo menegaskan bahwa keterlibatan
Polri dalam penanganan bencana tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga bagian dari pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
"Kehadiran personel
Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan," ujarnya.
Setelah seluruh persiapan dilakukan, kedua korban diterbangkan menuju Maumere untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dalam kondisi aman, lancar dan kondusif.
Polri memastikan penanganan terhadap masyarakat terdampak gempa akan terus dilakukan dengan melibatkan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan unsur terkait lainnya.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas.
Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan," pungkas Trunoyudo. (R)
beritaTerkait
komentar