Senin, 02 November 2026

Begal dan Kriminalitas Ancam Kesehatan Masyarakat, Penanganan Perlu Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 31 Juli 2026 18:45 WIB
Begal dan Kriminalitas Ancam Kesehatan Masyarakat, Penanganan Perlu Kolaborasi Semua Pihak
Sonata Talkshow bertajuk “Begal dan Kriminalitas: Ketika Penyakit Sosial Mengancam Kota Kita” yang menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr dr Agung Firmansyah Sumantri SpPD KHOM MMRS FINASIM serta Sekretaris Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi SIP MSi.

Bandung (buseronline.com) - Maraknya kasus begal dan kejahatan jalanan di Kota Bandung menjadi perhatian serius karena tidak hanya mengganggu keamanan, tetapi juga berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan sosial masyarakat.

Dilansir dari laman Jabarprov, oleh sebab itu, penanganannya memerlukan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Sonata Talkshow bertajuk "Begal dan Kriminalitas: Ketika Penyakit Sosial Mengancam Kota Kita" yang menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Dr dr Agung Firmansyah Sumantri SpPD KHOM MMRS FINASIM serta Sekretaris Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi SIP MSi.

Dalam pemaparannya, Agung menjelaskan bahwa menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan tidak hanya berarti bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial.

Ia menegaskan bahwa meningkatnya angka kriminalitas dapat menyebabkan luka fisik, trauma psikologis, rasa takut, hingga hilangnya rasa aman yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

Agung menilai penanganan kejahatan jalanan perlu dilakukan melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

Upaya promotif dilakukan dengan membangun lingkungan yang aman dan meningkatkan kesadaran masyarakat, sedangkan upaya preventif dilakukan melalui penguatan ketahanan keluarga, pendidikan karakter, dan pengawasan orang tua terhadap anak.

Ia juga mengingatkan bahwa korban tindak kriminal berisiko mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD). Karena itu, selain mendapatkan perawatan medis, korban juga perlu memperoleh pendampingan psikologis agar trauma tidak berkembang menjadi gangguan kecemasan atau depresi.

Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah memetakan waktu dan lokasi rawan kejahatan jalanan. Berdasarkan hasil pemetaan, kasus paling banyak terjadi pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Sebagai langkah pencegahan, Satpol PP bersama Polrestabes Bandung, Kodim 0618/Kota Bandung, Satlinmas, dan unsur kewilayahan meningkatkan patroli terpadu pada malam hingga dini hari.

Pemerintah juga mengoptimalkan program Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota, dan Jawara Sakti untuk memperkuat keamanan berbasis partisipasi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan begal dan kejahatan jalanan dapat berjalan lebih efektif sehingga Kota Bandung menjadi kota yang aman, tertib, nyaman, serta mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial seluruh warganya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Jawa Barat Raih Adibahasa 2026, Indeks Pembangunan Kebahasaan Lampaui Rata-rata Nasional
Wagub Erwan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat
184 Pelajar SMP di Bandung Raih Penghargaan Duke of Edinburgh, 17 Siswa Capai Gold Award
West Java Expo 2026 Catat Transaksi Rp477,3 Miliar, Produk Jabar Tembus Pasar Global
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp5,8 Miliar, Dua Orang Ditangkap
Sekda Jabar Ajak Pemuda Sunda Berkontribusi Nyata untuk Kemajuan Daerah
komentar
beritaTerbaru