Selasa, 15 September 2026

Wagub Jabar: Integritas Pejabat Harus Dimulai dari Keluarga

Minggu, 26 Juli 2026 13:26 WIB
Wagub Jabar: Integritas Pejabat Harus Dimulai dari Keluarga
ist
Bimtek Keluarga Berintegritas yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan KPK RI di Aula BPSDM Provinsi Jawa Barat, Kota Cimahi, Jumat (24/7/2026).

Cimahi (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa integritas pejabat pemerintah harus dibangun tidak hanya dari individu, tetapi juga dari lingkungan keluarga. Dilansir dari laman Jabarprov, dukungan pasangan menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

Hal itu disampaikan Erwan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Kota Cimahi, Jumat.

Kegiatan bertema "Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi" tersebut diikuti para pejabat eselon II di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat, mulai dari kepala dinas, kepala biro, hingga kepala badan, bersama suami atau istri masing-masing.

Erwan mengatakan, pendidikan antikorupsi yang melibatkan pasangan pejabat merupakan langkah preventif untuk memperkuat komitmen menjaga integritas selama menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.

"Agar tetap berintegritas, tidak ada niat untuk melakukan korupsi maupun menerima gratifikasi. Tujuan utamanya agar ketika mengakhiri masa jabatan nanti, seluruh pejabat dapat menyelesaikannya dengan husnul khatimah," ujar Erwan.

Ia mengingatkan agar keluarga tidak memberikan tekanan berupa tuntutan gaya hidup yang melebihi kemampuan, karena hal tersebut dapat menjadi salah satu pemicu seseorang menyalahgunakan jabatan.

"Sering kali seseorang sudah berniat bekerja dengan integritas, namun karena desakan dari pasangannya, akhirnya terjerumus korupsi. Karena itu, pasangan juga perlu diberikan pemahaman agar mampu memberikan dukungan yang positif," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK RI Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga melalui pendidikan, pencegahan, serta pelibatan masyarakat.

Menurut Ibnu, keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun budaya antikorupsi. Pasangan diharapkan mampu menjadi pengingat agar pejabat hidup sesuai kemampuan dan penghasilan yang dimiliki.

"Keluarga atau pasangan yang berintegritas adalah mereka yang memberikan kesejukan di dalam rumah tangga. Hal ini mendorong kita untuk hidup sesuai dengan kemampuan dan penghasilan masing-masing. Setidak-tidaknya, pasangan menjadi pengingat utama untuk tidak melakukan korupsi," ujar Ibnu.

Ia menambahkan, keberhasilan membangun budaya antikorupsi juga memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tenaga pendidik, dan masyarakat umum, sehingga tercipta lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai integritas. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jabar Bakal Gabungkan Sejumlah OPD, Dedi Mulyadi: Struktur Sedikit, Fungsi Banyak
GIIAS Bandung 2026 Resmi Dibuka, Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif Jawa Barat
Disdik Jabar Terbitkan Edaran Kewaspadaan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Disdik Jabar Nonaktifkan Guru SMA Negeri 1 Pamanukan Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Siswa SDN 026 Bojongloa Direlokasi, Belajar Sementara di SDN 148 Cibaduyut
Renovasi SDN 026 Bojongloa Dimulai, Siswa Dipindahkan Sementara
komentar
beritaTerbaru