New York (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia melalui partisipasi dalam United Nations Chiefs of Police Summit (UNCOPS) 2026 yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.
Dilansir dari laman Humas
Polri, delegasi Indonesia dipimpin oleh Kadivhubinter
Polri Irjen Pol Amur Chandra yang mewakili Kapolri dalam forum yang dihadiri para pimpinan kepolisian dari berbagai negara tersebut.
Pada hari kedua sidang UNCOPS 2026, para delegasi membahas tiga isu utama, yakni visi masa depan UN Police, inovasi dan teknologi dalam kepolisian, serta penguatan kerja sama internasional untuk menghadapi tantangan kejahatan transnasional.
Dalam sesi "Vision for the Future of UN Police", Irjen Pol Amur Chandra menegaskan komitmen Indonesia sebagai salah satu negara penyumbang personel kepolisian terbesar dalam misi perdamaian PBB atau Top Police Contributing Countries (PCC). Sejak 1989, sebanyak 3.536 personel
Polri telah bertugas dalam berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB.
Indonesia juga menyampaikan keberhasilannya mencapai Level 3 United Nations Peacekeeping Capability Readiness System (UNPCRS) sebagai bentuk kesiapan meningkatkan kontribusi Formed Police Unit (FPU).
Selain itu,
Polri terus mengembangkan Indonesia Mission Training Centre (IMTC) sebagai pusat pelatihan bertaraf internasional guna mempersiapkan personel misi perdamaian serta mendorong peningkatan partisipasi polisi perempuan dalam posisi kepemimpinan.
"Kontribusi Polri dalam misi perdamaian dunia merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk menghadirkan keamanan sebagai fondasi pembangunan dan kesejahteraan global. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade dalam misi perdamaian, kami akan terus meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat kapasitas melalui Indonesia Mission Training Centre, serta membangun kolaborasi internasional agar Polri semakin siap menghadapi tantangan keamanan masa depan," ujar Irjen Pol Amur Chandra.
beritaTerkait
komentar