Kampar (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Dilansir dari laman Humas Polri, instruksi tersebut disampaikan saat meninjau kesiapan
Polda Riau dalam menghadapi karhutla sekaligus menyerahkan bantuan peralatan pemadaman di Kabupaten Kampar, Rabu.
Kapolri mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman karhutla di Riau. Menurutnya, kolaborasi antara Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga perusahaan swasta menjadi kekuatan utama dalam penanganan bencana tersebut.
"Alhamdulillah saya lihat seluruh stakeholder yang ada, mulai dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, perusahaan swasta, dan seluruh kekuatan yang ada semuanya bersatu. Ini yang kita butuhkan untuk menghadapi potensi karhutla," kata Sigit.
Berdasarkan laporan BPBD, hingga saat ini terdeteksi sekitar 15 ribu hotspot di wilayah Riau. Setelah dilakukan pendalaman, terdapat sekitar 329 titik api yang memerlukan penanganan segera dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 15.000 hektare.
Kapolri mengingatkan seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan, terlebih Indonesia diperkirakan akan menghadapi fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
"Di Riau, kebakaran hutannya berbeda dibandingkan wilayah lain. Ada dua kali potensi kebakaran hutan dan salah satunya yang kita hadapi pada Juli, Agustus, hingga kemungkinan September," ujarnya.
beritaTerkait
komentar