Senin, 18 Mei 2026

Panen Raya Jagung Polri Capai 3,9 Juta Ton, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Senin, 18 Mei 2026 10:15 WIB
Panen Raya Jagung Polri Capai 3,9 Juta Ton, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Tuban, Sabtu (16/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan capaian panen raya jagung Polri pada kuartal I dan II tahun 2025 yang mencapai 3,9 juta ton. Capaian tersebut disebut sebagai bentuk komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Hal itu disampaikan Kapolri saat memberikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II, groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di Tuban, Sabtu.

"Pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektar dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton," ujar Sigit.

Menurutnya, capaian tersebut turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025 sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton.

Kapolri menjelaskan, untuk mendukung target swasembada pangan berikutnya, terdapat potensi lahan jagung seluas 1,37 juta hektar yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2026.

Sigit juga mengungkapkan, pada 8 Januari 2026 lalu Polri telah melaksanakan panen raya kuartal I di lahan seluas 91 ribu hektar dengan hasil panen mencapai 884.129 ton.

Sementara itu, pada panen raya kuartal II yang dipimpin langsung Presiden Prabowo, panen dilakukan di lahan seluas 189.760 hektar dengan potensi hasil mencapai 1,23 juta ton. Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut direncanakan akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang.

Dalam skema tersebut, koperasi membeli jagung dari petani seharga Rp6.500 per kilogram dan menjualnya ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram sehingga menghasilkan margin keuntungan Rp500 per kilogram.

Secara khusus di Kabupaten Tuban, panen raya dilakukan di lahan seluas 101,5 hektar yang merupakan kawasan perhutanan sosial. Lahan tersebut berasal dari empat kelompok tani, yakni KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, serta lahan milik PT Semen Indonesia.

Dari total luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton. Seluruh hasil panen nantinya akan dikirim ke Bulog guna memperkuat cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polda Sumut Raih Penghargaan Kapolri atas Pengelolaan Aset dan Pelayanan Publik
Kakorlantas Polri Tekankan Profesionalisme dan Digitalisasi Pelayanan kepada Personel
Wakapolri: Rekomendasi KPRP Jadi Momentum Penguatan Fungsi Reskrim Polri
Wakapolri Tekankan Penegakan Hukum Humanis dan Berintegritas dalam Rakernis Reskrim Polri 2026
Kapolri Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045 pada Hardiknas 2026
Polres Kotamobagu Panen Raya Jagung 25 Ton, Dukung Swasembada Pangan 2026
komentar
beritaTerbaru