Sigit juga mengungkapkan, pada 8 Januari 2026 lalu Polri telah melaksanakan
panen raya kuartal I di lahan seluas 91 ribu hektar dengan hasil panen mencapai 884.129 ton.
Sementara itu, pada
panen raya kuartal II yang dipimpin langsung Presiden Prabowo, panen dilakukan di lahan seluas 189.760 hektar dengan potensi hasil mencapai 1,23 juta ton. Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut direncanakan akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang.
Dalam skema tersebut, koperasi membeli jagung dari petani seharga Rp6.500 per kilogram dan menjualnya ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram sehingga menghasilkan margin keuntungan Rp500 per kilogram.
Secara khusus di Kabupaten Tuban,
panen raya dilakukan di lahan seluas 101,5 hektar yang merupakan kawasan perhutanan sosial. Lahan tersebut berasal dari empat kelompok tani, yakni KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, serta lahan milik PT Semen Indonesia.
Dari total luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton. Seluruh hasil panen nantinya akan dikirim ke Bulog guna memperkuat cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan nasional. (R)
beritaTerkait
komentar