Sabtu, 16 Mei 2026

Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Dorong Percepatan Swasembada Kedelai Nasional

Sabtu, 16 Mei 2026 18:50 WIB
Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Dorong Percepatan Swasembada Kedelai Nasional
Kementan, TNI AL, dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk panen kedelai bersama di Kabupaten Nganjuk, Kamis (15/5/2026),

Nganjuk (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat swasembada kedelai nasional sekaligus menekan ketergantungan impor yang masih tinggi.

Upaya tersebut ditandai melalui kegiatan panen kedelai bersama di Kabupaten Nganjuk, Kamis, yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, serta Panglima TNI Agus Subiyanto.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kedelai merupakan komoditas strategis nasional karena menjadi bahan baku utama tahu, tempe, dan berbagai produk pangan sehari-hari.

Namun, Indonesia masih sangat bergantung pada impor. "Kalau kedelai, itu belum. Jauh. Kita masih impor sekitar 2,4 juta ton dari kebutuhan 2,6 sampai 2,7 juta ton," ujarnya dilansir dari laman Kementan.

Data Kementan menunjukkan kebutuhan kedelai nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton, namun sekitar 95 persen masih dipenuhi dari impor. Sementara produksi dalam negeri rata-rata hanya sekitar 227 ribu ton per tahun.

Untuk itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi melalui bantuan benih unggul varietas Grobogan, alat mesin pertanian, perluasan lahan tanam, serta jaminan pasar bagi petani.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan harga pembelian pemerintah (HPP) kedelai di kisaran Rp13.500 per kilogram agar petani memperoleh keuntungan yang layak.

"Petani harus untung. Kalau harga bagus dan pasar terjamin, petani pasti semangat menanam kedelai," tegas Amran.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menilai produktivitas kedelai di Nganjuk cukup tinggi, bahkan melampaui rata-rata nasional yang berkisar 1,7–2 ton per hektare. "Di sini bisa di atas 2 ton per hektare. Jadi bagus sekali," katanya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menekankan bahwa program ini harus menjadi model nasional, bukan sekadar kegiatan seremonial. "Kegiatan ini harus menjadi model gerakan nyata yang bisa direplikasi di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya.

Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan benih untuk ribuan hektare lahan serta mendukung alat pertanian guna mempercepat produksi. Kolaborasi dengan koperasi tempe-tahu turut dilakukan untuk menjamin penyerapan hasil panen petani.

Melalui sinergi Kementan, TNI AL, DPR RI, pemerintah daerah, dan petani, pemerintah optimistis swasembada kedelai nasional dapat dipercepat demi memperkuat kedaulatan pangan Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Gencarkan Edukasi Kurban Sehat dan Sesuai Syariat Jelang Idul Adha 1447 H
Kementan Perketat Pengawasan Zoonosis dan Keamanan Pangan Jelang Idul Adha
Validitas e-RDKK Jadi Kunci Penyaluran Pupuk Subsidi Tepat Sasaran
Program MBG Disebut Jadi Penyerap Hasil Produksi 165 Juta Petani
Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Antisipasi Dampak Penurunan Curah Hujan
Kementan Gandeng Australia Perkuat Irigasi Lahan Rawa di Kalteng
komentar
beritaTerbaru