Jumat, 03 Juli 2026

Bandung Jadi Pilot Project Program Perintis Berdaya Connect

Kamis, 14 Mei 2026 17:30 WIB
Bandung Jadi Pilot Project Program Perintis Berdaya Connect
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison foto bersama dengan lainnya di Bandung Creative Hub, Selasa (12/5/2026).

Bandung (buseronline.com) - Bandung dipercaya menjadi daerah pertama pelaksanaan program Perintis Berdaya Connect yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

Dilansir dari laman Jabarprov, program tersebut dirancang sebagai solusi terpadu untuk memperkuat pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, hingga pelaku usaha masyarakat agar lebih produktif dan mandiri.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison mengatakan, Perintis Berdaya Connect hadir untuk membantu pelaku usaha berkembang melalui berbagai dukungan yang terintegrasi.

"Perintis Berdaya Connect ini adalah one stop solution untuk pemerintah pusat maupun daerah dalam membantu memberdayakan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, dan usaha masyarakat lainnya supaya lebih produktif," ujar Leontinus di Bandung Creative Hub, Selasa.

Ia menjelaskan, program tersebut memiliki sejumlah pilar utama, mulai dari capacity building, akses usaha, pembiayaan hingga perluasan pasar. Pelaku usaha juga akan mendapatkan pendampingan terkait akses bahan baku, teknologi produksi, pemasaran omnichannel, legalitas usaha hingga hak kekayaan intelektual (HAKI).

Selain itu, pemerintah juga akan memfasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang mulai berkembang agar mampu meningkatkan kapasitas bisnisnya.

Menurut Leontinus, program ini tidak hanya bertujuan mempertahankan usaha masyarakat, tetapi juga mendorong mereka naik kelas.

Indikator keberhasilannya bukan hanya peningkatan omzet, tetapi juga kemampuan memanfaatkan teknologi, memperluas tenaga kerja dan memperkuat daya saing usaha.

"Harapannya mereka tidak hanya mempertahankan bisnisnya tapi juga bisa naik kelas. Bagi yang tadinya belum menggunakan teknologi bisa menggunakan teknologi yang lebih baik. Yang belum mendapatkan pembiayaan kita bantu mendapatkan akses pembiayaan," katanya.

Ia menambahkan, Perintis Berdaya Connect merupakan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan sesuai amanat Perpres Nomor 8. Pemerintah menargetkan masyarakat tidak hanya menerima bantuan sosial, tetapi juga mampu menjadi produktif, berdaya dan mandiri secara ekonomi.

Bandung dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif yang kuat, terutama pada sektor kuliner, fesyen, kriya hingga pariwisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengapresiasi penunjukan Bandung sebagai pilot project program tersebut.

Menurutnya, Kota Bandung memiliki kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner, fesyen dan kriya. Ke depan, program ini diharapkan juga mampu menjangkau subsektor lain seperti digital media dan industri kreatif berbasis teknologi.

"Berbagai kemungkinan untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Bandung akan kita kolaborasikan, tentu nanti dibimbing dari Kemenko PM dan akan terus kita sebarkan informasinya kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung," ujarnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Jepara Perkuat Daya Saing UMKM Makanan Lewat Kurasi Produk
Wali Kota Medan Tinjau Galeri Dekranasda, Siap Jadi Pusat Promosi Produk UMKM
Ketua Dekranasda Sumut Dorong Penguatan UMKM Saat Kunjungi Galeri Dekranasda Gunungsitoli
Pemkab Taput dan OJK Sumut Luncurkan Skema Sejagat, Target Buka 1.000 Hektare Lahan Pertanian Baru
Luthfi Minta Bank Jateng Perkuat Permodalan UMKM, Dorong Naik Kelas Pelaku Usaha
UMKM Boyolali Tembus Pasar Internasional, Kreasi Kayukuu Raup Omzet Hingga Rp800 Juta per Bulan
komentar
beritaTerbaru