Kamis, 25 Juni 2026

Pemkab Taput dan OJK Sumut Luncurkan Skema Sejagat, Target Buka 1.000 Hektare Lahan Pertanian Baru

Kamis, 25 Juni 2026 16:32 WIB
Pemkab Taput dan OJK Sumut Luncurkan Skema Sejagat, Target Buka 1.000 Hektare Lahan Pertanian Baru
Pemkab Taput dengan pihak OJK melakukan penanda tanganan nota kesepahaman tentang pengembangan "Sejagat", Kamis (25/6/2026).

Tarutung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumut resmi menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Skema Pengembangan Jagung Sejagat (Sejagat) yang dirangkai dengan kegiatan sosialisasi kepada para petani milenial, di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Kamis (25/6/2026).

Program Sejagat dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Skema ini mengusung sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akses pembiayaan perbankan, pendampingan teknologi pertanian, perlindungan risiko usaha melalui PT Jasindo, perlindungan tenaga kerja oleh BPJS Ketenagakerjaan, hingga kepastian pasar melalui Perum Bulog sebagai penampung hasil panen (off-taker).

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, dalam sambutannya menegaskan bahwa program Sejagat sejalan dengan visi dan misi Pemkab Taput dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di bidang pertanian.

"Kami ingin petani milenial tidak hanya menjadi petani yang menanam, tetapi juga menjadi pebisnis pertanian yang memiliki perencanaan matang dan analisis usaha yang baik. Potensi pasar sangat besar dan negara telah memfasilitasi aksesnya melalui OJK dan perbankan," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sektor pertanian, Pemkab Taput juga menargetkan pembukaan lahan pertanian baru seluas 1.000 hektare pada tahun 2026 yang didukung oleh program subsidi pemerintah.

"Target kita tahun ini adalah membuka hingga 1.000 hektare lahan pertanian baru yang didukung penuh oleh subsidi pemerintah. Fasilitas dan ekosistem sudah kami siapkan. Kini tinggal bagaimana generasi muda memanfaatkan peluang ini dan menjadi contoh bagi pemuda lainnya," tambah Deni.

Selain itu, Pemkab Taput menargetkan jumlah petani milenial produktif terus meningkat hingga mencapai lebih dari 1.000 orang pada tahun 2028.

Sementara itu, Deputi Direktur OJK Provinsi Sumut Yovvi Sukandar, yang membacakan sambutan Kepala OJK Sumut, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemkab Tapanuli Utara dalam mempercepat pengembangan sektor pertanian melalui kolaborasi berbagai pihak.

Menurutnya, tren pembiayaan kredit sektor jagung di Sumatera Utara terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga April 2026, sekitar 99,79 persen pembiayaan sektor jagung telah disalurkan kepada pelaku UMKM dan petani.

"Melalui kerja sama ini, kami membuka akses yang lebih luas bagi petani jagung di Tapanuli Utara untuk memperoleh pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. Petani milenial dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memberikan edukasi literasi keuangan kepada para petani. Mereka diingatkan untuk mengelola modal usaha secara bijak, menghindari praktik judi online, serta mewaspadai berbagai bentuk investasi ilegal yang menawarkan keuntungan tidak wajar.

Melalui implementasi skema Sejagat, Pemkab Taput optimistis dapat meningkatkan produktivitas pertanian daerah, mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat. Ke depan, model ekosistem off-taker yang diterapkan dalam program ini juga direncanakan untuk dikembangkan pada komoditas unggulan lainnya seperti kopi dan tomat. (Galung)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemkab Taput dan PT Taspen Salurkan 1.500 Bibit Durian Musang King untuk 15 Kelompok Tani
Wabup Taput Ajak Peserta Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu HKBP Jadi Generasi Beriman dan Berkarakter
Bupati JTP Dorong Penataan Kota Tarutung, Food Court dan Kawasan Heritage Jadi Prioritas
Bupati Taput Tinjau Pelatihan Cabinet Making, Dorong Lahirnya Wirausaha Furnitur Baru
Prabowo dan Rosan Bahas Optimalisasi Aset Negara serta Percepatan Transformasi BUMN
Wakil Wali Kota Medan: Sensus Ekonomi 2026 Momentum Perbaiki Akurasi Data Kemiskinan
komentar
beritaTerbaru