Rabu, 08 Juli 2026

Jateng Jadi Tuan Rumah Raker FKD MPU, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Ekonomi Nasional

Rabu, 13 Mei 2026 14:50 WIB
Jateng Jadi Tuan Rumah Raker FKD MPU, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Ekonomi Nasional
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat gala dinner Raker FKD MPU di Hotel Tentrem Semarang, Senin (11/5/2026).

Semarang (buseronline.com) - Jawa Tengah menjadi tuan rumah Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) yang digelar pada 11-12 Mei 2026.

Dilansir dari laman Jatengprov, forum tersebut menjadi momentum penguatan sinergi antardaerah dalam menopang pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global. Sebanyak 12 provinsi mengikuti agenda tersebut.

Sepuluh di antaranya merupakan anggota FKD MPU, yakni Daerah Khusus Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, dua provinsi lainnya yang turut hadir yakni Maluku Utara dan Kepulauan Riau.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai terobosan kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menekan angka kemiskinan, sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

"Kita menyadari bahwa di situasi global saat ini, tekanan fiskal, keterbatasan fiskal, dan lain sebagainya menuntut seluruh pejabat publik untuk lebih kreatif," ujar Luthfi saat gala dinner Raker FKD MPU di Hotel Tentrem Semarang, Senin.

Menurutnya, setiap provinsi memiliki keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan secara bersama untuk saling melengkapi dan memperkuat kerja sama antardaerah.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyampaikan apresiasi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada seluruh anggota MPU yang terus memperkuat kolaborasi dan sinergi pembangunan daerah.

Ia menyebut, agenda utama rapat kerja meliputi evaluasi enam fokus rencana aksi MPU, penguatan pengawasan energi dan pangan lintas wilayah, serta pembahasan arahan pemerintah pusat terkait pembangunan nasional.

"Terima kasih kepada Jawa Tengah yang sudah memfasilitasi selaku penyelenggara. Mendagri secara khusus meminta dua Wamendagri datang ke Jawa Tengah untuk acara ini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Akhmad Wiyagus menilai kondisi ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang baik di tengah tekanan global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional year on year pada April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I 2026 mencapai 5,61 persen. "Capaian ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tetap resilience di tengah tekanan global," ujarnya.

Ia menambahkan, sektor pangan nasional juga menunjukkan perkembangan positif, namun tetap memerlukan penguatan distribusi antardaerah, pengendalian pasokan, hilirisasi pangan, dan kerja sama yang solid antarwilayah.

Menurutnya, keberadaan FKD MPU sangat strategis karena setiap daerah anggota memiliki potensi unggulan yang saling melengkapi. Jawa Barat dan Banten unggul di sektor pertanian, manufaktur, dan investasi. Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung menjadi penopang utama sektor pangan, perkebunan, dan industri pengolahan.

Sementara Jakarta menjadi pusat perdagangan jasa dan keuangan nasional, sedangkan Bali, Yogyakarta, dan NTB kuat di sektor pariwisata internasional serta ekonomi kreatif. "Potensi tersebut apabila diintegrasikan melalui kerja sama antardaerah yang konkret, akan menjadi kekuatan besar dalam menjaga ketahanan nasional," kata Akhmad Wiyagus. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Panen Raya Udang Vaname, Pemprov Jateng Siapkan Revitalisasi 72 Ribu Hektare Tambak Pantura
Ratusan Warga Banyumas Antusias Ikuti Program Speling, Wagub Jateng Tinjau Layanan
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang
Pemprov Jateng Libatkan 1.645 Mahasiswa KKN UGM Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Pemprov Jateng Luncurkan Layanan Psikolog Gratis Online untuk Masyarakat
komentar
beritaTerbaru