Kamis, 21 Mei 2026

Di Hadapan Ulama Tebuireng, Rano Paparkan Tantangan Ekonomi dan Situasi Global

Senin, 30 Maret 2026 10:00 WIB
Di Hadapan Ulama Tebuireng, Rano Paparkan Tantangan Ekonomi dan Situasi Global
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan sambutan saat menghadiri acara Halalbihalal dan Haul Masyayikh IKAPETE DKI Jakarta di Aula Masjid At Tin TMII, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). (Dok/Berita Jakarta)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan sejumlah tantangan ekonomi daerah dan dinamika global saat menghadiri acara Halalbihalal dan Haul Masyayikh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) DKI Jakarta di Aula Masjid At-Tin TMII, Jakarta Timur, Minggu.

Dalam kesempatan tersebut, dilansir dari laman Berita Jakarta, Rano mengapresiasi kontribusi warga Tebuireng yang berdomisili di Jakarta terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya selama periode libur keagamaan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua warga Tebuireng yang berdomisili di Jakarta. Karena Alhamdulillah, dari rangkaian kegiatan mulai Natal hingga Idulfitri, perputaran ekonomi Jakarta hampir mencapai Rp48 triliun,” ujarnya.

Rano juga menyoroti adanya pengurangan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat yang turut berdampak pada kondisi keuangan daerah. Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan strategis.

Salah satu kebijakan tersebut adalah pemberian subsidi transportasi publik selama perayaan Idulfitri. Menurutnya, langkah tersebut justru memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi.

“Alhamdulillah, saat Idulfitri semua transportasi umum di Jakarta digratiskan selama dua hari. Jika dihitung, nominalnya hampir Rp3 T. Namun dengan subsidi tersebut, kita justru mendapatkan dampak ekonomi hingga tujuh kali lipat. Ini menandakan ekonomi Jakarta tetap solid,” ungkapnya.

Selain memaparkan kondisi ekonomi daerah, Rano juga mengingatkan adanya tantangan ke depan, termasuk potensi dampak situasi global terhadap perekonomian nasional dan daerah.

Meski menghadapi tekanan efisiensi anggaran, ia menegaskan bahwa program-program yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pasti akan ada efisiensi, tetapi untuk kegiatan sosial tidak akan pernah kita potong. Beasiswa pendidikan anak-anak akan tetap dipertahankan, layanan kesehatan juga menjadi prioritas. Mungkin beberapa proyek pembangunan akan kita kurangi, tetapi kesejahteraan masyarakat akan tetap kita jaga,” jelasnya.

Rano turut mengajak para ulama dan tokoh masyarakat untuk terus mendoakan Jakarta agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada. Ia berharap momentum halal bihalal ini dapat mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para alim ulama dan tokoh masyarakat. Semoga ukhuwah Islamiyah di Jakarta terus terjaga dan semakin baik,” tandasnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah dan tokoh agama dapat semakin kuat dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di ibu kota. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru