Senin, 06 April 2026

Pemkot Bandung Genjot UMKM demi Pemerataan Ekonomi Masyarakat

Dirgahayu Ginting - Selasa, 17 Maret 2026 06:12 WIB
Pemkot Bandung Genjot UMKM demi Pemerataan Ekonomi Masyarakat
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan keterangan terkait upaya penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) guna mendorong pemerataan ekonomi masyarakat di Bandung, Minggu (15/3/2026). (Dok/Jabarprov)

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak pemerataan ekonomi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kota Bandung yang mencapai lebih dari 12 juta orang sepanjang tahun 2025.


Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan tingginya jumlah wisatawan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor usaha.


“Kota Bandung saat ini telah menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Pada tahun 2025 saja tercatat lebih dari 12 juta wisatawan berkunjung ke Kota Bandung,” ujar Farhan, Minggu.


Menurutnya, lonjakan kunjungan wisata tersebut mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, seperti perdagangan, kuliner, jasa, hingga industri kreatif yang dijalankan masyarakat.


Farhan menilai kondisi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki berbagai aspek pembangunan kota agar pertumbuhan ekonomi dapat semakin kuat dan berkelanjutan.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung menunjukkan tren positif meskipun belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum pandemi COVID-19.


Pandemi yang mulai melanda pada Maret 2020 memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor ekonomi di Kota Bandung. Hingga kini, beberapa sektor masih mengalami proses pemulihan yang relatif lambat.


Salah satu sektor yang terdampak adalah transportasi setelah penutupan Bandara Husein Sastranegara. Selain itu, sektor industri pengolahan juga menunjukkan pertumbuhan yang relatif kecil dibandingkan sektor ekonomi lainnya.


Namun demikian, dilansir dari laman Jabarprov, Farhan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus selalu bertumpu pada industri besar. Menurutnya, usaha kecil yang dijalankan masyarakat juga memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah.


“Industri pengolahan tidak harus selalu dalam skala besar. Usaha kecil di tingkat rumah tangga juga termasuk industri pengolahan, seperti produksi makanan, pakaian, sepatu, tahu hingga berbagai produk kerajinan,” jelasnya.


Karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus mendorong pengembangan usaha produktif masyarakat agar kapasitas produksi meningkat serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.


Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.


Farhan menilai penguatan UMKM menjadi strategi penting untuk menciptakan pemerataan ekonomi, karena manfaat pertumbuhan dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.


Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat ketimpangan ekonomi di Kota Bandung masih berada pada angka gini rasio 0,42. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 0,44, namun masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 0,36.


“Artinya sebagian besar sumber daya ekonomi masih dikuasai oleh kelompok masyarakat yang relatif kecil. Inilah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama,” ujar Farhan.


Pemerintah Kota Bandung berharap penguatan UMKM dapat memperluas distribusi pendapatan masyarakat sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat secara lebih merata di masa mendatang. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar