Senin, 06 April 2026

Industri “Modest Fashion” Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Kota Bandung

Dirgahayu Ginting - Selasa, 10 Maret 2026 09:00 WIB
Industri “Modest Fashion” Dinilai Mampu Perkuat Ekonomi Kota Bandung
Wali Kota Muhammad Farhan bersama Wakil Gubernur Erwan Setiawan menghadiri konferensi pers Hijabfest Indonesia 2026 di Sasana Budaya Ganesa ITB, Sabtu (7/3/2026). (Dok/Jabarprov)

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung mendorong penguatan sektor Modest Fashion atau busana sopan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah. Potensi tersebut dinilai sangat besar karena ekosistem industri fesyen muslim di Bandung telah berkembang dari skala kecil hingga produksi massal.


Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri konferensi pers HijabFest 2026 di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Sabtu.


Farhan mengatakan, Kota Bandung memiliki rantai ekosistem yang cukup lengkap dalam pengembangan modest fashion, mulai dari kreativitas desain, pelaku konveksi, hingga pasar yang kuat.


“Untuk Kota Bandung, memang ada dua bentuk fashion yang ingin kita dorong. Pertama adalah modest fashion atau yang kita kenal dengan baju muslim dan muslimah. Kreativitas dan skala produksi Kota Bandung untuk modest fashion ini dari yang paling niche sampai yang paling massal semuanya ada di Kota Bandung,” ujarnya.


Menurut Farhan, dilansir dari laman Jabarprov, ekosistem tersebut menjadikan Bandung memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri fesyen muslim di tingkat nasional.


Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperbaiki, terutama terkait inovasi desain dan pemilihan bahan tekstil.


Ia menyoroti data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor manufaktur di Kota Bandung masih relatif rendah.


“Berdasarkan data BPS, tingkat pertumbuhan sektor manufacturing di Kota Bandung hanya sekitar 0,01 persen. Artinya pabrik di Kota Bandung tidak berkurang, tetapi juga tidak bertambah,” kata Farhan.


Padahal, keberadaan produsen bahan tekstil dinilai penting untuk menopang perkembangan industri modest fashion di kota tersebut.


Farhan menilai pengembangan teknologi bahan tekstil yang nyaman digunakan di iklim tropis menjadi salah satu kebutuhan utama bagi industri fesyen muslim.


Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mendorong penguatan rantai pasok bahan baku industri fesyen, termasuk melalui pengembangan kawasan ekonomi yang tidak terlalu jauh dari Kota Bandung.


“Secara bisnis buat Kota Bandung, bahannya impor tidak masalah. Yang penting konveksinya di Kota Bandung, desainnya di Bandung, brand-nya dari Bandung, kantor pusatnya di Bandung, dan NPWP-nya beralamat di Kota Bandung,” ujarnya.


Selain penguatan industri, Farhan juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap produk lokal dari masuknya pakaian jadi impor dengan harga lebih murah.


Menurutnya, sejumlah instrumen ekonomi seperti sertifikasi halal dan sistem pembayaran digital nasional dapat menjadi bagian dari strategi untuk menjaga daya saing industri lokal.


“Dua hal ini, sertifikasi halal dan QRIS, menjadi instrumen untuk memastikan ketahanan ekonomi Kota Bandung tidak kemudian diambil oleh pesaing dari luar,” kata Farhan.


Ia menambahkan bahwa persaingan perdagangan global saat ini tidak hanya terjadi pada sektor ekspor dan impor, tetapi juga telah masuk hingga ke pasar-pasar lokal.


Karena itu, penguatan industri lokal harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar dapat bertahan di tengah kompetisi global.


Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyebut provinsinya memiliki potensi besar dalam pengembangan Ekonomi Syariah dan industri halal.


Dengan jumlah penduduk sekitar 50,7 juta jiwa dan mayoritas beragama Islam, Jawa Barat dinilai memiliki pasar sekaligus basis produksi yang kuat bagi pengembangan industri halal.


“Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, UMKM, dan akademisi sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian syariah dan industri halal di Jawa Barat,” ujar Erwan.


Ia juga menyebut Kota Bandung sebagai salah satu pusat perkembangan industri fesyen di Jawa Barat yang berperan penting dalam memperkuat ekosistem industri halal di daerah.


Melalui berbagai kegiatan seperti HijabFest, Pemerintah Kota Bandung berharap ekosistem modest fashion dan industri halal dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar