Semarang (buseronline.com) - Menjelang perayaan Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat berbagai langkah strategis guna menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok di masyarakat.
Sejumlah upaya telah dilakukan, mulai dari operasi pasar, gerakan pangan murah, hingga penyaluran subsidi distribusi bahan pokok penting. Berbagai intervensi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan ketersediaan pasokan serta keterjangkauan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan bahwa beberapa komoditas pangan di wilayahnya saat ini masih berada dalam kondisi surplus. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan langkah antisipatif terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga, khususnya cabai.
“Bahan pokok penting ini sangat krusial. Beras kita surplus, beberapa komoditas juga surplus. Untuk harga saat ini yang terpantau naik adalah cabai, kita sudah siapkan langkah intervensi dan penetrasi harga,” kata Luthfi saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VI DPR RI masa persidangan III tahun sidang 2025–2026 di Hotel Tentrem, Jumat.
Pertemuan tersebut membahas kesiapan Jawa Tengah dalam menghadapi perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, terutama terkait ketahanan pangan serta kesiapan layanan publik di sektor perbankan.
Menurut Luthfi, dilansir dari laman Jatengprov, pemerintah daerah telah melakukan pemetaan secara komprehensif guna memastikan kesiapan menghadapi lonjakan aktivitas masyarakat selama arus mudik dan perayaan Lebaran. Pemetaan tersebut mencakup kesiapan sarana dan prasarana, ketahanan pangan, serta penguatan layanan publik di berbagai sektor, termasuk ketersediaan pasokan energi.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menilai kesiapan ketahanan pangan dan layanan perbankan sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Dalam kegiatan reses tersebut, pihaknya juga menghadirkan sejumlah badan usaha dan lembaga terkait, seperti Perum Bulog, ID Food, serta bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara.
“Kami ingin mendengar langsung tentang ketahanan pangan dan persiapan berbagai komoditas untuk masyarakat. Ini berkaitan dengan harga bahan pokok penting yang harus tetap wajar. Untuk sektor perbankan, tentu juga terkait kesiapan likuiditas selama hari raya Idulfitri agar masyarakat tidak mengalami kesulitan,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Iqbal Shoffan Shofwan, menyebut bahwa ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok secara nasional, termasuk di Jawa Tengah, relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat komoditas yang pasokannya berada di bawah kondisi normal sehingga berdampak pada kenaikan harga, yakni cabai rawit merah.
“Harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah sangat bagus, tidak ada yang melebihi dari HET. Hanya satu yaitu cabai rawit merah. Terima kasih Pak Gubernur telah menjaga harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah yang sangat kondusif,” jelasnya.
Iqbal menambahkan, pemerintah bersama para pemangku kepentingan telah berkomitmen untuk mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri. Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi akibat anomali cuaca.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir Maret 2026.
“Komitmen ini sudah dilakukan sejak rapat koordinasi pada akhir Januari lalu,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis stabilitas pasokan dan harga bahan pokok dapat terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar