Jakarta (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Persatuan Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, sepakat memperkuat hubungan bilateral serta meningkatkan kerja sama investasi antara kedua negara.
Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan bilateral yang berlangsung hangat di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis, dalam rangka kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Persatuan Emirat Arab (PEA).
Dalam suasana penuh keakraban, kedua kepala negara membahas langkah konkret untuk memperdalam kemitraan strategis Indonesia dan PEA, khususnya di sektor investasi dan ekonomi.
Fokus pembahasan mencakup penguatan kolaborasi di bidang energi, infrastruktur, serta pengembangan sektor-sektor ekonomi masa depan.
Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan secara langsung menyampaikan komitmen PEA untuk meningkatkan nilai investasinya di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet RI, Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut.
“Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan resmi.
Peningkatan kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin erat dan saling menguntungkan. Indonesia dipandang sebagai mitra utama PEA di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam pengembangan proyek-proyek strategis yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
Presiden Prabowo menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus memperkuat iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi investor PEA di berbagai sektor prioritas nasional.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan arah hubungan Indonesia dan PEA menuju kemitraan strategis yang lebih komprehensif dan berorientasi jangka panjang.
Momentum ini semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan PEA pada 2026.
Setengah abad hubungan kedua negara kini memasuki fase baru dengan fokus pada penguatan investasi, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan kemitraan masa depan yang saling menguntungkan. (DKI1)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar