Semarang (buseronline.com) - Aksi tak biasa ditunjukkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, bersama para Ketua Dekranasda 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dalam ajang Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di Atrium The Park Mall, Kota Semarang, Sabtu.
Para istri kepala daerah tersebut tampil sebagai model dadakan, memperagakan wastra unggulan dari daerah masing-masing. Sejumlah Ketua Organisasi Wanita juga turut ambil bagian dalam peragaan busana yang menyedot perhatian pengunjung mal tersebut.
Beragam wastra ditampilkan dalam panggung fesyen itu, mulai dari batik bermotif klasik nan elegan, tenun dengan detail kaya, lurik sederhana namun berkarakter, hingga perpaduan berbagai jenis kain tradisional yang dikemas dalam desain modern dan segar.
Peragaan dibuka oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Sragen, Linda Sigit Pamungkas, yang tampil anggun dalam balutan batik cokelat. Selanjutnya, satu per satu Ketua Dekranasda kabupaten/kota lainnya melangkah ke atas panggung, memamerkan kekhasan wastra daerah masing-masing.
Lenggak-lenggok mereka di atas panggung tak kalah dari model profesional. Dari sisi kiri menuju kanan panggung, mereka berpose dan menyapa penonton dengan senyum hangat. Tepuk tangan riuh mengiringi setiap penampilan.
Sebagai penutup, dilansir dari laman Jatengprov, Nawal Arafah Yasin tampil memikat mengenakan gaun panjang dan kerudung merah yang dipadukan dengan outer batik tenun. Langkahnya mantap menguasai panggung, sembari melambaikan tangan ke arah penonton.
Di barisan depan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, tampak tersenyum bangga menyaksikan penampilan sang istri. Gaya anggun Nawal menjadi penutup manis dalam rangkaian fashion show tersebut.
Nawal menjelaskan, busana yang dikenakannya merupakan karya desainer asal Kota Semarang yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC).
“Jadi ini batik sama tenun rancangan salah satu desainer dari Kota Semarang, yang masuk dalam komunitas IFC. Ini hanya dua hari sudah jadi, dan alhamdulillah bisa digunakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, D’Modifest 2026 bukan sekadar pameran, melainkan wahana untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk Jawa Tengah. Selain menjadi ruang promosi, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai ajang kurasi alamiah karena pengunjung dapat langsung melihat, menilai, hingga membeli produk yang dipamerkan.
“Kami mendorong adanya transaksi, dan bagaimana ini juga untuk membangkitkan ekonomi di Jawa Tengah. Harapannya nanti bisa mendorong para UMKM go global,” kata Nawal.
Sementara itu, Taj Yasin Maimoen mengaku terkesan dengan penampilan para istri kepala daerah yang memperagakan wastra lokal. Menurutnya, seluruh produk yang ditampilkan memiliki nilai seni tinggi dan merepresentasikan kekayaan budaya dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Ia bersama Gubernur Ahmad Luthfi berkomitmen mendukung pengembangan UMKM agar terus berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian daerah.
“Kami harap karya-karya para desainer lokal itu bisa tampil bukan hanya go di Jawa Tengah, tetapi juga bisa go nasional, bahkan go international,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.
Ajang D’Modifest 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah sekaligus memperkuat posisi wastra Jawa Tengah di pasar nasional hingga internasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar