Temanggung (buseronline.com) - Kampung Ramadan Ngadirejo yang berlokasi di Jalan Raya Jumprit, Kecamatan Ngadirejo, resmi dibuka sebagai ruang pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus sarana strategis untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan memperluas akses pasar.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyebut keberadaan Kampung Ramadan tidak sekadar menjadi pusat kuliner musiman, tetapi merupakan bentuk penguatan ekonomi masyarakat berbasis kebersamaan.
“Kampung Ramadan Ngadirejo ini menjadi penanda hadirnya ruang kebersamaan yang menguatkan nilai ibadah, silaturahmi, sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya usai peresmian, Kamis.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang berkolaborasi membangun konsep tersebut sebagai upaya mendukung pergerakan ekonomi warga selama Ramadan.
Menurutnya, dilansir dari laman Jatengprov, semangat gotong royong menjadi kunci agar kegiatan tersebut mampu menggerakkan UMKM lokal sekaligus mempererat ukhuwah masyarakat Temanggung.
Koordinator Lapangan Kampung Ramadan Ngadirejo, Seto Purwoko, menjelaskan kegiatan ini tidak hanya menghidupkan perekonomian warga sekitar, tetapi juga menghadirkan suasana Ramadan yang lebih tertata dan semarak.
“Di Kampung Ramadan ini ada 82 UMKM yang menjual berbagai macam makanan takjil maupun minuman. Para pedagang ini adalah mereka yang biasa berjualan di pinggir jalan raya maupun car free day. Agar tidak menimbulkan kemacetan, maka kita akomodir berjualan di Kampung Ramadan,” jelasnya.
Ia menambahkan para pelaku UMKM diminta menjaga kualitas produk dan kepercayaan pembeli melalui kejujuran serta pelayanan yang baik. Selain itu, kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lokasi menjadi perhatian bersama agar kegiatan dapat terus berkembang.
“Yang terpenting pedagang maupun pengunjung tetap menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan. Harapannya kegiatan ini bisa berlanjut menjadi agenda tahunan dengan keterlibatan UMKM yang semakin luas,” katanya.
Kampung Ramadan Ngadirejo dibuka setiap hari selama bulan Ramadan mulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB. Pada hari pertama pembukaan, kegiatan tersebut tercatat mampu menarik lebih dari seribu pengunjung dengan omzet pedagang mencapai ratusan juta rupiah.
Keberadaan Kampung Ramadan diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat selama bulan suci. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar