Senin, 06 Juli 2026

Hadirkan Penerangan PLTS, Nelayan Cilamaya Makin Aman dan Produktif Saat Melaut

Jumat, 20 Februari 2026 06:12 WIB
Hadirkan Penerangan PLTS, Nelayan Cilamaya Makin Aman dan Produktif Saat Melaut
Perangkat penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpasang di perahu nelayan di pesisir Cilamaya, Karawang. (Dok/Pertamina)
Karawang (buseronline.com) - Nelayan kecil di pesisir Cilamaya, Kabupaten Karawang, kini dapat melaut pada malam hari dengan lebih aman dan produktif setelah hadirnya penerangan berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) portabel di perahu mereka.

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina New & Renewable Energy untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Bantuan yang diberikan berupa paket penerangan PLTS portabel yang dipasang di kapal nelayan. Sistem ini terdiri dari panel surya di bagian atas perahu untuk menangkap energi matahari pada siang hari, baterai penyimpanan energi, serta lampu penerangan yang dapat digunakan sepanjang malam saat melaut.

Energi yang terkumpul pada siang hari disimpan dalam baterai dan menjadi sumber listrik penerangan malam hari. Kehadiran teknologi sederhana tersebut terbukti memberi dampak nyata, mulai dari peningkatan keselamatan hingga produktivitas tangkapan.

Budiman, nelayan yang telah melaut sejak tahun 2000 dan dikenal sebagai Local Hero Pertamina di desanya, mengaku sebelumnya hanya mengandalkan senter kepala saat bekerja di laut.

“Sekarang penerangannya terang dan stabil sampai pagi. Dulu karena pegal dan khawatir lampu mati, saya hanya bisa menebar jaring beberapa kali. Dengan PLTS, bisa sampai lima atau enam kali semalam. Penghasilan pun terasa bertambah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kiki Mulyana, nelayan yang telah 10 tahun melaut. Sebelumnya ia menggunakan aki yang kerap rusak akibat air laut dan membutuhkan biaya penggantian.

“Dengan energi surya kami jauh lebih hemat. Penerangannya luas, membantu memilih ikan dan navigasi agar tidak terjadi kecelakaan, apalagi di jalur sungai sempit. Di darat juga bisa dipakai memperbaiki jaring karena mudah dipasang,” katanya.

Selain membantu aktivitas di laut, dilansir dari laman Pertamina, penggunaan energi surya juga menekan pengeluaran rumah tangga nelayan karena tidak lagi bergantung pada bahan bakar maupun aki.

Pjs Corporate Secretary Rizki Vistiari menegaskan program ini dirancang memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.

“Kami percaya transisi energi harus menghadirkan dampak nyata di tingkat tapak. Melalui energi surya, kami ingin membantu nelayan meningkatkan keselamatan, produktivitas, dan kesejahteraan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari Pertamina, perusahaan berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program tersebut juga selaras dengan penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.

Melalui inisiatif ini, diharapkan nelayan pesisir Cilamaya dapat melaut dengan lebih aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Menkeu: APBN 2026 Jadi Investasi Strategis Bangun SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Revitalisasi Sekolah Hadirkan Lingkungan Belajar yang Lebih Layak, Siswi SMPN 9 Pangkalpinang Apresiasi Pemerintah
Densus 88 Gelar Kampanye Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di CFD Makassar
Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi
Profil Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1994
Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026
komentar
beritaTerbaru