Selasa, 26 Mei 2026

Pemkot Bandung Maksimalkan Wisata untuk Pacu Ekonomi Daerah

Kamis, 12 Februari 2026 06:00 WIB
Pemkot Bandung Maksimalkan Wisata untuk Pacu Ekonomi Daerah
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kanan) memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Travel Mart Jabar Istimewa di Hotel Horison Ultima Bandung, Selasa (10/2/2026). (Dok/Jabarprov)

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat sektor pariwisata sebagai motor utama penggerak ekonomi daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan promosi, kolaborasi pelaku industri, hingga pembenahan infrastruktur dan keamanan demi meningkatkan kenyamanan wisatawan.


Komitmen itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, usai menghadiri kegiatan Travel Mart Jabar Istimewa yang digagas Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia (Parwindo) di Hotel Horison Ultima Bandung, Selasa.


Menurut Farhan, forum business to business (B2B) seperti Travel Mart menjadi momentum strategis untuk memastikan investasi yang telah dibangun di sektor pariwisata dapat terpromosikan dan terjual dalam paket wisata yang menarik serta kompetitif.


“Acara seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang telah dibangun oleh para investor dan pelaku industri pariwisata bisa dijajakan dalam paket-paket yang menarik oleh para seller,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, pergerakan wisatawan ke Kota Bandung menunjukkan tren yang signifikan. Tercatat hampir 24 juta perjalanan dengan sekitar 12 juta wisatawan masuk ke Kota Bandung. Angka tersebut dinilai memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).


Farhan menegaskan, pariwisata menjadi bagian penting dari strategi ekonomi Kota Bandung yang dirumuskan dalam konsep tourism, trade, and investment. Kehadiran wisatawan diyakini mampu memicu transaksi ekonomi yang pada akhirnya menarik lebih banyak investasi.


“Adanya tourism akan menghadirkan banyak transaksi. Dari transaksi itulah kita harapkan bisa mengundang banyak investment datang ke Kota Bandung,” katanya.


Meski secara administratif Bandung tidak memiliki banyak destinasi wisata alam, Farhan menilai kota ini diuntungkan karena berada di kawasan Cekungan Bandung yang kaya potensi wisata. Karena itu, ia mendorong pelaku industri menyusun paket wisata terintegrasi lintas wilayah.


“Bandung itu bagian dari Cekungan Bandung. Wisata alamnya banyak sekali. Misalnya ngopi di Kota Bandung, jalan-jalan ke Tahura, healing ke Ciwidey. Hal-hal seperti itu bisa dikemas oleh anggota Parwindo,” tuturnya.


Selain promosi dan pengemasan produk wisata, Pemkot Bandung juga memprioritaskan pembenahan infrastruktur dasar. Sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, pemerintah daerah berkomitmen menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan bersih.


Farhan menekankan dua aspek utama yang terus dijaga, yakni keamanan dan kebersihan. Ia memastikan wisatawan dapat beraktivitas kapan pun tanpa gangguan parkir liar maupun tindak kriminalitas.


“Wisatawan harus merasa aman mau jalan jam berapa pun, keluar hotel, tidak ada parkir liar, tidak ada begal. Itu tidak boleh,” tegasnya.


Ia juga menyinggung penanganan cepat kasus eksibisionis di kawasan Asia Afrika sebagai bentuk keseriusan menjaga rasa aman dan citra kota.


Dari sisi kebersihan, dilansir dari laman Jabarprov, Bandung kini mengedepankan konsep sport tourism, sehingga lingkungan kota harus bersih sejak pagi hari. Petugas kebersihan bahkan mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB.


“Bandung menjual sport tourism. Tidak boleh pukul 06.00 WIB masih ada sampah di pinggir jalan. Itu sebabnya petugas penyapu jalan sudah mulai bertugas sejak pukul 04.00 WIB,” jelas Farhan.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Travel Mart sekaligus Wakil Ketua DPP Parwindo, Eko Purwono, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong peningkatan kunjungan wisata dan mempercepat pertumbuhan industri pariwisata Jawa Barat.


Travel Mart diikuti 58 seller dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Yogyakarta, meliputi destinasi wisata, hotel, restoran, kafe, hingga pusat oleh-oleh. Selain itu, terdapat 102 buyer potensial dari agen perjalanan dan mitra bisnis pariwisata.


“Melalui skema B2B, peserta dapat mempresentasikan produk, menjajaki kerja sama, hingga melakukan transaksi secara langsung,” ujar Eko.


Anggota DPR RI Komisi XI, Fathi, yang turut hadir, mengapresiasi keseriusan Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dalam mendukung pengembangan pariwisata. Ia mendorong pelaku usaha untuk semakin aktif membawa wisatawan ke Bandung.


“Melalui forum ini mudah-mudahan bisa business match, saling kenal, dan melakukan optimalisasi bagi buyer maupun seller pariwisata,” tuturnya.


Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak, Pemkot Bandung optimistis sektor pariwisata dapat terus tumbuh dan menjadi penggerak utama perekonomian kota. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
komentar
beritaTerbaru