Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme pemerintah terhadap prospek perekonomian Indonesia yang diproyeksikan mampu tumbuh hingga mendekati 8 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Target tersebut diyakini dapat tercapai seiring penguatan fundamental ekonomi serta sinergi kebijakan fiskal dan sektor swasta. Optimisme itu disampaikan Purbaya dalam forum Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Selasa.
“Tahun ini 6 persen, tahun depan 6,5 persen, setelah itu mendekati 7 persen, dan menjelang 2029 mendekati 8 persen, jika saya masih menjabat,” ujar Menkeu.
Menurutnya, arah perekonomian nasional saat ini berada pada jalur yang tepat dan menunjukkan percepatan setelah melewati periode perlambatan global. Ia menilai pemulihan ekonomi Indonesia berlangsung kuat dan berkelanjutan.
“Saat ini perekonomian bergerak ke arah yang benar dan terus mengalami percepatan. Setelah empat bulan perkembangan ekonomi terakhir, sudah jelas bahwa pemulihan ekonomi kuat dan akan semakin menguat,” katanya.
Purbaya menegaskan, kunci utama untuk mencapai pertumbuhan tinggi adalah memperbaiki fundamental ekonomi secara menyeluruh. Pemerintah, lanjutnya, tetap menjaga stabilitas fiskal meskipun memberikan stimulus untuk mendorong aktivitas ekonomi.
“Kami memastikan likuiditas yang cukup dalam sistem, menjaga stabilitas fiskal, dan melakukan ekspansi fiskal untuk mendorong perekonomian, namun tetap tidak melampaui batas defisit 3 persen dari PDB. Meski memberikan stimulus, kami tetap menjaga kehati-hatian fiskal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dilansir dari laman Kemenkeu, pemerintah kini mengoptimalkan seluruh mesin pertumbuhan, baik dari sisi belanja pemerintah maupun sektor swasta. Dukungan kebijakan diarahkan agar dunia usaha dapat berkembang dan berinvestasi lebih luas.
“Saat ini kami berupaya menggerakkan dua mesin pertumbuhan sekaligus, yaitu sektor pemerintah dan sektor swasta. Dengan itu, pertumbuhan di atas 6 persen menjadi mudah dicapai. Kami memanfaatkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi untuk memastikan ekonomi tumbuh pada kapasitas maksimalnya,” jelas Menkeu.
Selain itu, pemerintah juga terus memperbaiki iklim investasi melalui penyederhanaan birokrasi, penghapusan hambatan regulasi, serta percepatan penyelesaian persoalan usaha di lapangan. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah pembentukan satuan tugas khusus untuk mengatasi berbagai kendala investasi atau debottlenecking.
“Kami memiliki satuan tugas khusus debottlenecking, di mana setiap pelaku usaha dapat menyampaikan langsung kendala yang dihadapi. Saya pikir satu tahun dari sekarang kita akan memiliki kondisi iklim bisnis yang berbeda dan jauh lebih baik. Itu cukup untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan lebih cepat,” tuturnya.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang hati-hati, dukungan terhadap dunia usaha, serta perbaikan iklim investasi, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 6 persen hingga mendekati 8 persen dapat direalisasikan dalam beberapa tahun mendatang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar