Jumat, 22 Mei 2026

Garda Terdepan Mutu BBM, Laboratorium Kilang Balongan Andalan Pertamina

Minggu, 01 Februari 2026 11:06 WIB
Garda Terdepan Mutu BBM, Laboratorium Kilang Balongan Andalan Pertamina
Suasana Control Room area Kilang Pertamina International Unit VI Balongan, Sukareja, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (30/01/2026). (Dok/Pertamina)
Indramayu (buseronline.com) - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit (RU) VI Balongan memastikan kualitas seluruh produk bahan bakar minyak (BBM) yang diproduksi tetap memenuhi standar mutu nasional sebelum disalurkan ke masyarakat.

Peran strategis tersebut dijalankan Laboratorium Kilang Balongan yang menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan penjaminan mutu (quality assurance) setiap produk kilang.

Laboratorium ini melakukan pengujian menyeluruh terhadap berbagai produk, mulai dari Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, hingga produk aviasi, guna memastikan seluruh parameter teknis sesuai spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).

Tester I CFR & Aviation RU VI Balongan, Zaeturohmah Febriyanti, mengatakan laboratorium berfungsi sebagai Quality Control (QC) sekaligus Quality Assurance (QA) yang memverifikasi kelayakan produk sebelum didistribusikan ke konsumen.

“Di laboratorium, kami melakukan pengujian lebih dari 20 parameter untuk setiap produk. Parameter tersebut tidak hanya mencakup RON atau angka oktan, tetapi juga distilasi, viskositas, stabilitas oksidasi, dan parameter teknis lainnya. Seluruhnya harus memenuhi spesifikasi agar produk dinyatakan on-spec dan layak disalurkan ke konsumen,” ujarnya di Kilang Balongan, Jumat.

Ia menjelaskan, dilansir dari laman Pertamina, proses pengujian dilakukan sejak awal rantai produksi, bahkan sebelum minyak mentah (crude oil) diolah. Setiap crude yang tiba melalui kapal terlebih dahulu diuji untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi kilang.

Jika hasil uji memenuhi standar, data tersebut disampaikan kepada bagian Refinery Business Optimization (RBO) sebagai dasar perencanaan proses pengolahan.

“Setelah diolah di unit proses, produk jadi kembali diuji di laboratorium untuk memastikan seluruh parameternya tetap sesuai standar sebelum didistribusikan. Selain itu, dilakukan monitoring secara kontinyu saat proses pengolahan berlangsung,” tambahnya.

Untuk menjamin keakuratan hasil uji, seluruh peralatan laboratorium dipastikan dalam kondisi terkalibrasi dan menggunakan metode pengujian terbaru yang mengacu pada standar internasional seperti ASTM dan UOP. Pengujian juga dilakukan oleh personel yang tersertifikasi serta kompeten, dengan evaluasi metode secara berkala setiap bulan.

Terkait pengembangan produk baru, seperti Diesel X, laboratorium berperan memverifikasi hasil riset tim teknis, khususnya memastikan parameter penting seperti kandungan sulfur rendah (low sulfur) sesuai ketentuan.

Sebagai bukti mutu, setiap produk yang dinyatakan memenuhi standar akan dilengkapi Certificate of Quality (CoQ).

“Laboratorium memastikan setiap produk yang dilepas telah memenuhi standar melalui penerbitan Certificate of Quality. Ini menjadi bukti bahwa produk benar-benar sesuai dengan spesifikasi,” kata Zaeturohmah.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan keberadaan laboratorium merupakan aspek krusial dalam menjaga keandalan distribusi energi nasional.

“Keberadaan laboratorium di fasilitas Pertamina merupakan aspek penting untuk tempat inovasi dan menjaga kualitas produk. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran distribusi energi nasional yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina juga terus berkomitmen mendukung transisi energi, mendorong berbagai program yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan target Net Zero Emission 2060 melalui penguatan tata kelola, keberlanjutan usaha, serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis.

Dengan sistem pengujian berlapis tersebut, Laboratorium Kilang Balongan diharapkan terus menjadi benteng utama penjamin mutu BBM, sehingga masyarakat memperoleh produk energi yang aman, berkualitas, dan sesuai standar. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru