Jumat, 22 Mei 2026

Misi Dagang Jateng–Jatim Bukukan Transaksi Triliunan, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Daerah

Sabtu, 31 Januari 2026 06:00 WIB
Misi Dagang Jateng–Jatim Bukukan Transaksi Triliunan, Perkuat Kerja Sama Ekonomi Daerah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kanan) menandatangani Kesepakatan Bersama dalam gelaran Misi Dagang dan Investasi Jawa Tengah–Jawa Timur di PO Hotel Semarang, Kamis (29/1/2026). (Dok/Ja
Semarang (buseronline.com) - Kolaborasi ekonomi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuahkan hasil signifikan. Melalui gelaran Misi Dagang dan Investasi Jateng–Jatim, nilai transaksi yang terjalin hingga siang hari tercatat mencapai Rp2,9 T.

Kegiatan forum temu bisnis antarprovinsi tersebut digelar di PO Hotel Semarang, Kamis, dan dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Hadir pula jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perbankan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga asosiasi pelaku usaha dari kedua provinsi.

Wagub Jateng Taj Yasin mengatakan, misi dagang ini menjadi momentum penting bagi pelaku usaha, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat jejaring bisnis lintas daerah.

“Melalui misi dagang ini, kami berharap potensi unggulan Jawa Timur dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan di Jawa Tengah sesuai kebutuhan daerah. Begitu pula produk unggulan Jawa Tengah diharapkan dapat menjadi referensi dan role model pengembangan di Jawa Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif agar kerja sama yang terbangun dapat berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

“Kami berharap hingga penutupan acara dapat tercapai transaksi yang signifikan dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tambahnya.

Misi dagang tersebut melibatkan 218 pelaku usaha dari kedua provinsi. Sejumlah perusahaan bahkan telah membukukan transaksi pada sektor strategis dengan nilai besar.

“Kami melihat transaksi di sektor kopi, gula, dan komoditas lainnya dengan nilai tahunan bahkan di atas Rp100 M. Ini menunjukkan potensi besar yang harus terus difasilitasi. Pemerintah memiliki peran penting memastikan potensi tersebut berkembang optimal,” jelas Taj Yasin.

Sementara itu, dilansir dari laman Jatengprov, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah ini menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi ekonomi antardaerah.

“Ini pertama kalinya kami melakukan misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah. Hingga pukul 13.00 WIB, nilai transaksi yang terbangun tercatat mencapai Rp2,9 T,” ungkapnya.

Dari total transaksi tersebut, Jawa Timur menjual produk senilai Rp2,658 T, membeli produk dari Jawa Tengah sebesar Rp184 M, serta mencatatkan investasi senilai Rp96 M di Jawa Tengah.

Menurut Khofifah, investasi tersebut antara lain mendukung program ketahanan pangan nasional, mengingat keterbatasan lahan pertanian berkelanjutan di Jawa Timur.

“Di Jawa Timur lahan sawah yang dilindungi sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan sudah terbatas. Maka kami melakukan investasi di Jawa Tengah,” terangnya.

Transaksi yang tercatat mencakup berbagai komoditas, seperti kayu, telur, ikan, cengkeh, tembakau, beras, kopi, daging ayam, hingga fillet dori. Nilai terbesar berasal dari sektor peternakan sebesar Rp1,1 T dan perikanan Rp378 M.

“Ini menjadi starting point yang sangat baik bagi kerja sama Jawa Timur dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Sejumlah kesepakatan bisnis konkret juga tercapai, di antaranya penyediaan 1.800 ton jagung lokal kuning antara PT Sidoagung Farm Magelang dan CV Ukirsari Jaya Agro Tuban, pembelian beras oleh Indomaret dan Indogrosir Jawa Tengah senilai Rp126,5 M, serta transaksi produk perikanan UD Dwi Manunggal Semarang senilai Rp142,8 M.

Transaksi bernilai besar lainnya terjadi di sektor industri hasil tembakau PT PSPM Semarang senilai Rp192 M, serta kerja sama komoditas gula senilai Rp105 M antara PT Indoacidatama Karanganyar dan PT Sinergi Gula Nusantara.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta komitmen kerja sama dan transaksi perdagangan dari delapan pelaku usaha dan organisasi, termasuk OPD dan asosiasi pengusaha kedua provinsi.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas perdagangan, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang saling menguntungkan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi Mulai Beroperasi Juli 2026
150 Siswa Jabar Jalani Pendidikan Karakter Pancawaluya di Mako TNI Cilandak
Pemprov Jabar Pastikan Siswa Kurang Mampu Tetap Bisa Sekolah pada SPMB 2026
Polda Sumsel dan Divhumas Polri Perkuat Mitigasi El Nino Hadapi Ancaman Karhutla
41 Apoteker Baru Perkuat Layanan Kesehatan di Garut
komentar
beritaTerbaru