Senin, 06 April 2026

Optimisme Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Nasional Diproyeksikan Kuat

Dirgahayu Ginting - Rabu, 28 Januari 2026 06:06 WIB
Optimisme Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi Nasional Diproyeksikan Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada Acara Indonesia Fiscal Forum 2026 di Thamrine Nine Ballroom, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurut Menkeu, meski volatilitas global tetap ada, kontribusi global terhadap pertumbuhan Indonesia hanya sekitar 10–20 persen, sementara 90 persen ditopang oleh permintaan domestik.

“Kalau kita 90 persen domestic demand, 10 persen global atau lebih. Mungkin maksimal 15–20 persen. Kalau kita juga ada domestic demand, harusnya tidak ada masalah,” ujar Menkeu saat Indonesia Fiscal Forum 2026 di Thamrine Nine Ballroom, Selasa.

Dilansir dari laman Kemenkeu, Menkeu menekankan bahwa perlambatan ekonomi global tidak seharusnya menjadi alasan lemahnya kinerja ekonomi dalam negeri, karena faktor domestik Indonesia dinilai cukup solid. Inflasi tercatat rendah, berada di kisaran 2,9 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen, dan jika komponen harga emas dikeluarkan, inflasi hanya sekitar 1,5 persen. Hal ini menunjukkan tekanan permintaan masih terkendali dan ekonomi belum mengalami overheating.

“Jadi sebetulnya demand-nya masih relatif rendah. Belum ada demand core inflation, artinya saya bisa mendorong ekonomi ke tingkat yang lebih cepat lagi tanpa khawatir adanya kenaikan bunga yang terlalu signifikan dari Bank Sentral atau karena inflasi naik,” jelas Menkeu.

Pertumbuhan ekonomi nasional juga menunjukkan tren positif, dengan realisasi 5,0–5,4 persen pada beberapa triwulan terakhir. Menkeu menilai masih terdapat ruang untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi tanpa memicu kenaikan suku bunga yang signifikan.

Untuk mendorong perekonomian, pemerintah juga mengandalkan strategi debottlenecking, melalui forum rutin lintas kementerian, guna menyelesaikan berbagai hambatan usaha yang dihadapi pelaku bisnis secara cepat dan terukur.

Selain itu, pemerintah menekankan perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai, serta pengendalian defisit anggaran sebagai langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Saya optimis untuk ekonomi dan pasar saham tahun ini. Anda semua jangan tunggu-tunggu lagi untuk berinvestasi atau melebarkan ekspansi bisnis Anda,” pungkas Menkeu Purbaya.

Optimisme Menkeu ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki pondasi domestik yang kuat, memungkinkan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan meskipun kondisi global tidak menentu. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Southampton Singkirkan Arsenal, Melaju ke Semifinal Piala FA
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
komentar
beritaTerbaru