Senin, 20 Juli 2026

Menkeu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Awal Tahun 2026

Senin, 19 Januari 2026 06:04 WIB
Menkeu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Awal Tahun 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas” yang digelar di kantor IDN HQ, Jakarta, Selasa (14/01/2026). (Dok/Kem

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada awal tahun 2026.


Hal tersebut disampaikan Menkeu saat menghadiri Acara Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas” yang digelar di kantor IDN HQ, Selasa.


Dalam sesi tanya jawab, dilansir dari laman Kemenkeu, Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis sejak akhir 2025 untuk membalikkan tren perlambatan ekonomi. Menurutnya, perlambatan yang terjadi pada periode Agustus–September 2025 berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik apabila tidak segera direspons dengan kebijakan yang tepat.


“Kalau kita lihat Agustus–September turun ke level yang rendah sekali. Kita tahu kalau tidak dibalik, stabilitas sosial dan politik akan terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga,” ungkap Menkeu.


Menkeu menekankan bahwa percepatan belanja negara serta perbaikan iklim investasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di awal 2026. Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah pembentukan satuan tugas percepatan dan debottlenecking untuk mengatasi hambatan investasi serta mendorong penguatan sektor riil.


“Jadi kita akan mendorong pertumbuhan sektor riil. Stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Jika pelaku usaha membutuhkan subsidi atau insentif, akan kita pertimbangkan sesuai dengan kondisi. Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector juga jalan,” jelasnya.


Meski demikian, Menkeu mengakui bahwa efektivitas kebijakan sempat tertahan akibat kurang sinkronnya respons kebijakan moneter. Namun, ia memastikan koordinasi dengan Bank Sentral kini telah diperkuat dan mencapai kesepahaman untuk menjaga keseimbangan likuiditas di pasar, sehingga kebijakan fiskal dan moneter dapat berjalan searah.


“Kami berdiskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang sudah dapat titik tengah bagaimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik agar fiskal dan moneter lebih sinkron,” kata Menkeu.


Melalui forum tersebut, Menkeu menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat koordinasi kebijakan lintas sektor, serta memastikan langkah-langkah perbaikan struktural mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas dan dunia usaha. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Gubernur Sumut Janjikan Bantuan Kapal dan Perbaikan Jalan Saat Serap Aspirasi Warga Nias Barat
Pertamina Dukung Percepatan Pengelolaan Sampah Melalui Proyek PSEL di Kertamantul
Gubernur Sumut Perintahkan Penanganan Cepat Pasien Tumor Ganas di Nias Selatan
Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Jalan Nisel-Nias Barat Dimulai Agustus 2026
KPK Gandeng Perguruan Tinggi, Ajak Mahasiswa Papua Awasi Pengelolaan Dana Otsus
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Argentina 1-0
komentar
beritaTerbaru