Senin, 06 April 2026

Jelang Tutup Tahun 2025, Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani Alami Kenaikan

Dirgahayu Ginting - Kamis, 08 Januari 2026 09:18 WIB
Jelang Tutup Tahun 2025, Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani Alami Kenaikan
Suasana rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Jawa Barat terkait perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) di Bandung. (Dok/Humas Jabar)
Bandung (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja sektor pertanian yang positif pada penghujung tahun 2025. Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Jawa Barat pada Desember 2025 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Darwis Sitorus, dalam rilis resminya menyampaikan bahwa NTP Desember 2025 tercatat sebesar 117,61, atau naik 1,26 persen dibandingkan NTP November 2025 yang berada di angka 117,06.

Kenaikan NTP tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,79 persen menjadi 144,45, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) juga mengalami kenaikan namun lebih rendah, yakni 0,53 persen menjadi 122,82.

“Naiknya NTP menunjukkan bahwa secara umum pendapatan petani mengalami peningkatan yang lebih besar dibandingkan pengeluarannya,” ujar Darwis.

Berdasarkan subsektor, kenaikan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,22 persen, subsektor hortikultura sebesar 7,59 persen, serta subsektor peternakan sebesar 0,67 persen.

Sementara itu, beberapa subsektor lainnya justru mengalami penurunan, yaitu subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 0,49 persen, subsektor perikanan turun 0,24 persen, subsektor nelayan turun 0,51 persen, dan subsektor pembudidayaan ikan turun 0,14 persen.

Selain NTP, BPS Jawa Barat juga mencatat kenaikan pada Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP). Pada Desember 2025, NTUP tercatat sebesar 121,91, naik 1,74 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar 119,83.

NTUP terbentuk dari Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 144,45 atau naik 1,79 persen, serta Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) sebesar 118,48 atau naik tipis 0,05 persen.

Menurut Darwis, subsektor NTUP yang mengalami kenaikan meliputi tanaman pangan sebesar 0,75 persen, hortikultura sebesar 8,05 persen, peternakan sebesar 0,96 persen, perikanan sebesar 0,07 persen, serta subsektor pembudidayaan ikan sebesar 0,20 persen. Adapun subsektor nelayan tercatat mengalami penurunan NTUP sebesar 0,26 persen.

Secara kumulatif, sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, NTP gabungan di Jawa Barat mengalami kenaikan 2,25 persen. Subsektor yang mencatat peningkatan NTP sepanjang tahun tersebut adalah subsektor tanaman pangan sebesar 1,80 persen, hortikultura sebesar 4,19 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 10,69 persen, serta ikan tangkap sebesar 0,46 persen.

Sementara itu, subsektor yang mengalami penurunan NTP secara tahunan meliputi peternakan sebesar 0,32 persen, perikanan sebesar 0,85 persen, dan pembudidayaan ikan sebesar 1,35 persen.

Dalam rilis yang sama, Darwis juga menyampaikan perkembangan harga beras di Jawa Barat. Pada Desember 2025, rata-rata harga beras premium tercatat sebesar Rp13.467 per kilogram, naik 1,38 persen, sedangkan harga beras medium rata-rata sebesar Rp12.937 per kilogram, naik 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Dengan demikian, secara rata-rata gabungan harga beras pada Desember 2025 tercatat sebesar Rp13.199 per kilogram, atau naik 0,87 persen secara month to month dan meningkat 1,61 persen secara year on year,” jelas Darwis.

Kenaikan NTP dan NTUP di akhir tahun 2025 ini menjadi indikator membaiknya daya beli serta kesejahteraan petani di Jawa Barat, meskipun masih terdapat tantangan di sejumlah subsektor pertanian dan perikanan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar