Selasa, 07 April 2026

Kerja Sama Jateng–Inggris Dorong Pengembangan Transit Oriented Development Kedungsepur

Minggu, 07 Desember 2025 09:21 WIB
Kerja Sama Jateng–Inggris Dorong Pengembangan Transit Oriented Development Kedungsepur
Gubernur Jawa Tengah menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Inggris dan Techne Praxis International dalam pertemuan pembahasan kerja sama pengembangan TOD Kedungsepur di ruang kerja Gubernur Jateng, Semarang, Jumat (5/12/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menjalin kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Inggris untuk mengembangkan sistem transportasi rendah emisi karbon melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT).

Kerja sama ini mencakup pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) di wilayah aglomerasi Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Salatiga, hingga Purwodadi (Kedungsepur), serta pembangunan dry port di KEK Industripolis Batang.

Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan antara Pemprov Jawa Tengah, Kedutaan Besar Inggris, dan Techne Praxis International pada Jumat di Semarang.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan kerja sama tersebut sangat penting mengingat tingginya potensi transportasi publik dan lalu lintas logistik di wilayah Jateng.

“Tadi sudah difinalisasi terkait investasi dry port dan konektivitas di wilayah. Dry port ada di kawasan industri dengan luasan 56 hektare, kemudian konektivitas Semarang Raya (Kedungsepur) kita gunakan jalur kereta api,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan bahwa koordinasi juga telah dilakukan dengan sejumlah kementerian dan PT KAI untuk mempercepat realisasi pembangunan.

Associate Director Techne Praxis International, Iqbal Maulana Ahmad, menjelaskan bahwa pihaknya menjadi fasilitator antara Pemprov Jateng dan Pemerintah Inggris dalam mempersiapkan konsep TOD Kedungsepur.

TOD nantinya akan mengintegrasikan transportasi umum, jaringan logistik, dan tata ruang agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Untuk Jateng tentu harus mempersiapkan diri dengan kesiapan logistik dan infrastrukturnya. Kami mendorong persiapan tersebut agar Jateng dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari investasi ini untuk pertumbuhan ekonomi,” kata Iqbal.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Arief Djatmiko, memastikan pihaknya siap mendukung penuh pengembangan TOD dengan mengintegrasikan layanan Trans Jateng ke dalam sistem transportasi baru. Ia juga meminta pemerintah Kabupaten Kendal dan Batang menata kembali transportasi lokal, baik perkotaan maupun perdesaan.

“Sehingga mobilitas barang, masyarakat, interkoneksi, dan intermoda bisa menjadi satu kesatuan untuk mendukung pengembangan di Jateng. Untuk dry port juga akan didorong karena lalu lintas kontainer dari Jawa Tengah cukup tinggi, sekitar 12 juta, namun belum tertampung semua lewat Jateng,” jelasnya.

Program UK PACT diharapkan menjadi katalis pembangunan transportasi berkelanjutan, memperbaiki konektivitas antarkota, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan aglomerasi Kedungsepur.

Pembangunan dry port Batang juga dinilai strategis untuk memperkuat rantai pasok industri dan mengurangi ketergantungan pada pelabuhan luar daerah.

Kolaborasi ini menandai langkah konkret Jawa Tengah dalam menyongsong sistem transportasi modern, efisien, dan rendah emisi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
Tags
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru