Jumat, 21 Agustus 2026

Wamenkeu Suahasil Soroti Pentingnya Peran Akuntan untuk Indonesia Emas 2045

Jumat, 05 Desember 2025 11:27 WIB
Wamenkeu Suahasil Soroti Pentingnya Peran Akuntan untuk Indonesia Emas 2045
Wamenkeu Suahasil Nazara menyampaikan paparan dalam peringatan HUT ke-68 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan IFAC Connect Asia Pacific 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (3/12/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Profesi akuntan dinilai memiliki peran fundamental dalam menjaga kepercayaan publik dan akuntabilitas data keuangan negara, yang menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara pada peringatan HUT ke-68 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan IFAC Connect Asia Pacific 2025 di Jakarta, Rabu.

Dalam pidatonya, Wamenkeu Suahasil menegaskan bahwa Indonesia tengah mengusung visi besar menuju Indonesia Emas 2045, yakni menjadi negara maju, makmur, dan berdaya saing tinggi. Untuk mencapai visi tersebut, peran akuntan tidak dapat dipisahkan dari penguatan perekonomian nasional.

“Tantangan terbesar adalah kita terus berusaha membuat perekonomian kita itu trustworthy. Kita melakukan kegiatan ekonomi, melaporkannya dengan baik dan terpercaya. Dengan laporan yang terpercaya itu, seluruh stakeholder—termasuk investor, masyarakat, hingga pengambil kebijakan—dapat memahaminya sebagai dasar pengambilan keputusan,” ujar Suahasil.

Ia menekankan bahwa profesi akuntan harus mampu beradaptasi dengan dinamika global dan menjadi penjaga stabilitas ekonomi melalui penyusunan laporan keuangan yang akurat dan transparan. Keandalan tersebut diperlukan untuk memastikan efektivitas pengelolaan anggaran negara, terutama dalam menghadapi perubahan ekonomi yang cepat di tingkat domestik maupun internasional.

Wamenkeu menjelaskan bahwa pencapaian Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kebijakan fiskal yang responsif dan data yang kredibel. Dalam konteks ini, akuntan memiliki peran besar dalam mendukung keberlanjutan ekonomi yang inklusif dengan menyediakan analisis yang objektif serta sistem pelaporan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Suahasil menyoroti pentingnya pembaruan standar akuntansi seiring perkembangan zaman. Isu-isu seperti Environmental, Social, and Governance (ESG) serta keberlanjutan menjadi semakin relevan dalam proses pengelolaan keuangan negara.

“Standar akuntansi tidak bisa dibuat sekali lalu selesai. Ia harus berkembang sesuai kebutuhan. Standar yang baik dapat mendukung kebijakan fiskal dalam fungsi distribusi, alokasi, dan stabilisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wamenkeu menegaskan bahwa pengelolaan anggaran negara harus berfokus pada tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pemerataan kesejahteraan, dan stabilitas ekonomi. Dengan kontribusi akuntan dalam menciptakan laporan keuangan yang transparan dan berkualitas, pemerintah dapat memastikan penggunaan anggaran yang optimal demi mencapai tujuan pembangunan jangka panjang.

Menutup sambutannya, Suahasil mengajak seluruh peserta acara untuk terus memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kapasitas profesi akuntan dalam menghadapi tantangan era digitalisasi.

“Dengan pemahaman mendalam mengenai peran akuntan, seluruh pemangku kepentingan dapat bekerja bersama mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif, makmur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Acara tersebut menjadi momentum penting untuk memperteguh komitmen profesi akuntansi dalam mendukung transformasi ekonomi dan pembangunan nasional menuju Indonesia 2045. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Seleksi Jadi PPPK Penuh Waktu Mulai 2027
Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil
KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Diduga Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar
O2SN 2026 Resmi Dibuka, 234.803 Murid Siap Unjuk Prestasi Olahraga
Kementan Gelontorkan Rp55,65 Miliar untuk Dorong Swasembada Bawang Putih di Lombok Timur
komentar
beritaTerbaru