Semarang (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mendorong pendataan dan pemanfaatan lahan-lahan tidur di wilayahnya agar dapat dioptimalkan menjadi lahan pertanian produktif. Langkah ini dinilai penting dalam menjaga ketahanan pangan, mengingat Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
“Di Jawa Tengah masih ada lahan-lahan sawah yang sudah beberapa tahun tidak bisa dikembangkan atau tidak bisa digarap,” ujar Taj Yasin saat menghadiri kegiatan Indonesia Punya Kamu di Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menegaskan bahwa diperlukan normalisasi atau penataan kembali untuk menghidupkan lahan-lahan tidur tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menganggarkan perbaikan jaringan irigasi sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian. Perbaikan irigasi diharapkan dapat memastikan pasokan air yang optimal sehingga lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain persoalan lahan, Gus Yasin juga menyoroti pentingnya regenerasi petani. Ia mendorong anak-anak muda untuk mau terjun ke sektor pertanian agar keberlanjutan ketahanan pangan di Jawa Tengah dapat terjaga.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, menambahkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 6 juta hektare lahan rawa yang berpotensi dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif. Melalui program cetak sawah di lahan rawa, pemerintah berupaya memperluas area tanam di berbagai daerah.
“Namun cetak sawah juga perlu waktu, karena di lahan rawa airnya bersifat asam. Jadi harus dinetralisir terlebih dahulu,” jelasnya.
Pemanfaatan lahan tidur dan optimalisasi potensi lahan rawa diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong peningkatan produksi pertanian di Jawa Tengah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar