Jumat, 21 Agustus 2026

Hasil KTT G20 di Afrika Selatan Disampaikan Indonesia

Selasa, 25 November 2025 11:23 WIB
Hasil KTT G20 di Afrika Selatan Disampaikan Indonesia
Wamenkeu Thomas Djiwandono dan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan keterangan pers terkait hasil KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia memaparkan perkembangan hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Tahun 2025 yang berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22–23 November 2025. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang hadir untuk memastikan kepentingan nasional terakomodasi serta mendorong penguatan tata kelola ekonomi global.

KTT G20 tahun ini mengusung tema “Solidarity, Equality, Sustainability”, menekankan empat fokus utama: penguatan ketahanan dan respons bencana, pengelolaan pinjaman berkelanjutan bagi negara berpendapatan rendah, pendanaan transisi energi yang adil, serta optimalisasi critical minerals untuk pertumbuhan yang inklusif. Selain itu, negara anggota juga membahas penguatan tata kelola G20 dan keberlanjutan agenda forum di tahun-tahun mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di Johannesburg pada Sabtu, menyampaikan bahwa Wapres Gibran menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi global yang kuat, adil, dan inklusif. Gibran juga menyoroti perlunya akses pembiayaan internasional yang lebih mudah, setara, dan dapat diprediksi bagi negara berkembang.

Instrumen seperti penghapusan utang, inovasi mekanisme pembiayaan, penguatan skema blended finance, serta pendanaan transisi energi yang berkeadilan disebut sebagai solusi untuk memperkecil kesenjangan pembiayaan global.

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono turut menegaskan kembali posisi Indonesia mengenai urgensi sistem pembiayaan internasional yang lebih adil bagi negara berkembang.

“Intinya, negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, sangat menekankan pentingnya pembiayaan yang adil. Hal ini kembali ditekankan Wakil Presiden pada pertemuan hari ini,” ujarnya.

Menjelang pertemuan para pemimpin, negara anggota berhasil mencapai konsensus pada level Sherpa, Menteri Keuangan, dan Gubernur Bank Sentral. Kesepakatan ini memastikan kelancaran pembahasan dan pengambilan keputusan pada pertemuan puncak yang resmi dibuka pada 21 November 2025.

Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya sistem keuangan internasional yang inklusif, stabil, dan mendukung pembangunan jangka panjang. Melalui forum G20, Indonesia juga bertekad memperkuat kerja sama global untuk menjawab tantangan ekonomi dunia secara kolektif. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun
Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Seleksi Jadi PPPK Penuh Waktu Mulai 2027
Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil
KPK Tahan Eks Pejabat Pajak, Diduga Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar
O2SN 2026 Resmi Dibuka, 234.803 Murid Siap Unjuk Prestasi Olahraga
Kementan Gelontorkan Rp55,65 Miliar untuk Dorong Swasembada Bawang Putih di Lombok Timur
komentar
beritaTerbaru