Surakarta (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong investasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayahnya dengan menawarkan berbagai potensi unggulan kepada investor dari sejumlah negara sahabat.
Tawaran tersebut disampaikan dalam kegiatan Jateng Travel Fair, Tourism and Creative Economy Investor Gathering yang digelar di Solo Paragon Hotel & Mall, Kota Surakarta, Jumat.
Forum strategis ini dihadiri oleh perwakilan kedutaan besar dari berbagai negara seperti Pakistan, Arab Saudi, Jepang, China, serta investor nasional dan internasional yang bergerak di bidang industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya, Taj Yasin menegaskan bahwa Jawa Tengah (Jateng) memiliki beragam potensi wisata yang layak dikembangkan, mulai dari wisata alam, sejarah, dan budaya hingga produk kreatif yang dihasilkan oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kami membuka peluang investasi seluas-luasnya di sektor pariwisata. Jateng adalah wilayah yang aman, perizinannya mudah, memiliki kawasan industri yang tumbuh pesat, dan tenaga kerja yang kompetitif,” ujar Taj Yasin.
Ia menambahkan, peningkatan investasi di sektor pariwisata akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat kontribusi Jateng terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Muhamad Masrofi, menuturkan bahwa sektor pariwisata masih menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Menurutnya, sepanjang tahun 2024, Jateng mencatat sekitar 68,8 juta kunjungan wisatawan nusantara dan 593 ribu wisatawan mancanegara. Sementara periode Januari–Agustus 2025, jumlah kunjungan sudah mencapai 43,1 juta wisatawan nusantara dan 441 ribu wisatawan mancanegara.
“Tahun 2025 kami menargetkan 71 juta wisatawan nusantara dan 600 ribu wisatawan mancanegara. Ini bukan angka yang mustahil, karena potensi dan infrastruktur pariwisata kita terus berkembang,” jelas Masrofi.
Ia menjelaskan, upaya peningkatan kunjungan wisata dilakukan melalui penguatan destinasi unggulan, pengembangan desa wisata berbasis budaya, serta peningkatan lama tinggal wisatawan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong investasi dan memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan baik di tingkat nasional maupun internasional.
Masrofi menambahkan, kegiatan Jateng Travel Fair dan Investor Gathering menjadi sarana promosi sekaligus jejaring bisnis antara pemerintah, pelaku industri, investor, dan mitra usaha lainnya.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat memperluas pasar dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi unggulan nasional maupun global,” tutupnya.
Kegiatan tersebut juga menampilkan berbagai potensi pariwisata unggulan Jateng, termasuk promosi destinasi, fasilitasi bisnis, peningkatan transaksi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penawaran investasi langsung kepada investor asing dan domestik.
Dengan dukungan investasi baru, Jawa Tengah diharapkan semakin mampu menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu pusat pariwisata dan ekonomi kreatif terdepan di Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar