Selasa, 07 April 2026

Ratusan Desa Blankspot Kini Terkoneksi Lewat Program Internet Gratis Gubernur Ahmad Luthfi

Senin, 06 Oktober 2025 12:00 WIB
Ratusan Desa Blankspot Kini Terkoneksi Lewat Program Internet Gratis Gubernur Ahmad Luthfi
Kepala Diskominfo Jawa Tengah, Agung Hariyadi (dua dari kiri), meninjau pemasangan perangkat Wi-Fi publik di salah satu warung kawasan Wisata Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jumat (3/10/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Klaten (buseronline.com) - Program internet gratis yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa di wilayah blankspot atau daerah tanpa akses internet. Salah satunya di Desa Wisata Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, yang kini memiliki akses internet publik setelah lama terisolasi secara digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah Agung Hariyadi mengatakan, pemasangan internet gratis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi memperluas akses digital hingga ke pelosok daerah.

“Internet tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga motor penggerak perekonomian dan pelayanan publik di era digital,” ujar Agung saat melakukan pemantauan sambungan internet di Balerante, Jumat.

Menurut Agung, program desa penerima difokuskan pada empat kategori, yaitu desa blankspot, desa wisata, desa dengan kemiskinan ekstrem, serta desa rawan bencana. Masing-masing kategori memiliki tujuan berbeda, misalnya untuk mendukung promosi destinasi wisata dan produk UMKM agar bisa dikenal lebih luas, bahkan hingga ke pasar global.

Hingga kini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memfasilitasi jaringan internet di 866 titik desa blankspot. Sepanjang 2025, telah terpasang jaringan di 327 desa, terdiri dari 195 desa blankspot, 50 desa wisata, 50 desa miskin ekstrem, dan 32 desa rawan banjir. Gubernur Ahmad Luthfi menargetkan seluruh wilayah blankspot di Jawa Tengah dapat terhubung internet pada 2029.

Agung menjelaskan, di Kabupaten Klaten sendiri terdapat sejumlah titik yang sudah mendapat fasilitas internet, di antaranya Desa Tumpukan (Karangdowo), serta empat desa wisata: Balerante (Wisata Alam Kalitalang), Tegalmulyo (Gondola Girpasang), Sidowayah (Umbulkemanten), dan Grundul (Umbulbrondong).

Akses internet publik menggunakan perangkat Wi-Fi outdoor berkapasitas 20 Mbps, tanpa kata sandi, dengan nama jaringan “JatengNgopeniNglakoni”. Penyedia layanan internet yang bekerja sama dengan Diskominfo Jateng memastikan jaringan mudah diakses masyarakat.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memanfaatkan internet untuk meningkatkan kesejahteraan,” tambah Agung.

Penyedia layanan internet, Zizik Mudiono, mengungkapkan, pemasangan jaringan ke lokasi wisata Kalitalang menantang karena harus menarik kabel fiber optik sepanjang 5 kilometer dan menambah 11 tiang baru.

“Prosesnya memakan waktu sekitar 15 hari, jauh lebih lama dibandingkan pemasangan normal yang biasanya satu hari. Tapi begitu internet menyala, UMKM di sini langsung hidup kembali,” ungkapnya.

Ketua Pengelola Wisata Kalitalang, Jainu, turut merasakan dampak positifnya. Sebelum ada Wi-Fi, banyak pengunjung membatalkan transaksi karena tidak tersedia pembayaran digital. Kini, transaksi nontunai lewat QRIS meningkat dan wisatawan lebih betah.

“Setelah ada Wi-Fi, pengunjung bisa bayar pakai QRIS, unggah foto langsung ke media sosial, dan betah lebih lama. Dampaknya besar sekali bagi warga,” jelas Jainu.

Data pengelola mencatat, kunjungan wisata melonjak dari 59.000 wisatawan pada 2024 menjadi 125.000 orang hingga September 2025. Rata-rata kunjungan harian mencapai 200–300 orang di hari kerja dan 1.500–1.700 orang saat akhir pekan.

Selain meningkatkan ekonomi, jaringan internet juga membantu pengelolaan kawasan rawan bencana Merapi. Melalui Wi-Fi, pengelola dapat mengakses informasi terkini dari BPPTKG setiap enam jam untuk antisipasi dini jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Wisatawan mancanegara asal Pakistan, Fazli, mengaku terbantu dengan fasilitas tersebut.

“Sekarang begitu sampai parkir langsung ada Wi-Fi. Bisa bayar QRIS dan komunikasi lancar. Ini sangat membantu turis luar negeri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Intan Amalia, wisatawan asal Gunungkidul, DIY, yang menilai internet gratis membuat komunikasi dan koordinasi selama berwisata jauh lebih mudah.

“Dulu susah sekali karena sinyal nggak masuk. Sekarang ada Wi-Fi, jadi gampang ketemu teman dan upload foto,” katanya.

Dengan hadirnya program internet gratis ini, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi terus berkomitmen menghapus kesenjangan digital dan mendorong ekonomi desa berbasis teknologi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru