Selasa, 07 April 2026

Dorongan Pemprov Jateng untuk Implementasi Industri Hijau Lebih Cepat

Sabtu, 04 Oktober 2025 12:09 WIB
Dorongan Pemprov Jateng untuk Implementasi Industri Hijau Lebih Cepat
Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memberikan sambutan dalam Sosialisasi Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry) pada Rakor Kabupaten/Kota Bidang Perindustrian dan Perdagangan di The Wujil Resort & Convention, Kabupaten Semarang, Kamis (2/10/2025
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mendorong percepatan implementasi industri hijau sebagai strategi meningkatkan daya saing produk ekspor, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, saat membuka Sosialisasi Rengganis Pintar (Revitalisasi Green Industry) dalam Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Bidang Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2025, yang digelar di The Wujil Resort & Convention, Kabupaten Semarang, Kamis.

Sumarno menegaskan, transisi menuju industri hijau perlu dipersiapkan secara bertahap. Salah satu langkah yang kini digalakkan adalah pemanfaatan energi alternatif seperti panel surya dan Compressed Natural Gas (CNG) di kawasan industri.

“Transisi energinya bertahap. Kita dorong kawasan industri untuk menggunakan energi terbarukan. Saat ini juga sudah menuju penggunaan CNG di Jawa Tengah,” kata Sumarno seusai rakor.

Ia menambahkan, pemanfaatan CNG tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki ketersediaan melimpah di dalam negeri. Pemprov Jateng bahkan menugaskan PT Jateng Petro Energi (JPEN) sebagai BUMD untuk fokus memasok produk CNG, mulai dari dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), rumah tangga, hingga sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Selain energi ramah lingkungan, Pemprov juga menekankan pentingnya pemenuhan regulasi. “Perizinan usaha dan kepatuhan Amdal harus dipenuhi agar pertumbuhan industri sejalan dengan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia, menjelaskan bahwa program Rengganis Pintar menjadi salah satu instrumen utama untuk mempercepat penerapan industri hijau.

Program ini mewadahi forum konsultasi, komunikasi, serta menyediakan Indeks Siap Hijau, sebuah instrumen untuk mengukur kesiapan industri, khususnya bagi Industri Kecil Menengah (IKM).

“Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke industri hijau,” jelas July.

Dengan adanya transformasi menuju industri hijau, Pemprov Jateng berharap produk-produk industri di daerah tidak hanya kompetitif di dalam negeri, tetapi juga mampu memenuhi standar internasional yang semakin menekankan keberlanjutan.

Upaya ini, lanjut Sumarno, akan memperkuat daya saing ekspor sekaligus membuka peluang baru di pasar global yang kini semakin mengutamakan produk ramah lingkungan.

“Industri hijau adalah masa depan. Kita tidak bisa menunda lagi, karena standar global sudah mengarah ke sana,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru