Selasa, 07 April 2026

Pertamina Perluas Distribusi BBM dan LPG, Wujudkan Energi Sampai ke Pelosok Negeri

Selasa, 23 September 2025 12:23 WIB
Pertamina Perluas Distribusi BBM dan LPG, Wujudkan Energi Sampai ke Pelosok Negeri
Armada Pertamina menembus jalan berlumpur untuk menyalurkan BBM ke wilayah pelosok. (Dok/Pertamina)
Jakarta (buseronline.com) - PT Pertamina (Persero) terus memperluas jangkauan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) guna menghadirkan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk hingga wilayah pelosok. Hingga tahun 2025, titik distribusi BBM telah mencapai 15.345 titik dan pangkalan LPG sebanyak 269.096 titik di 38 provinsi.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menegaskan, Pertamina berkomitmen memastikan energi yang terjangkau, tersedia, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Pertamina bergerak menyalurkan energi hingga daerah terpencil (remote area) dengan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Hal ini membuktikan sebagai perusahaan milik negara, Pertamina tetap menjaga akses energi (accessibility), harga yang terjangkau (affordability), dan produk energi yang dibutuhkan (acceptability) bagi masyarakat Indonesia,” ujar Fadjar, Minggu (21/9/2025).

Menurutnya, distribusi energi Pertamina tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, melainkan juga menjangkau titik-titik tersulit seperti wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Sejak 2017 hingga 2024, Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading telah mengoperasikan 573 lembaga penyalur BBM Satu Harga. Program ini memastikan masyarakat di wilayah 3T memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti masyarakat di daerah lain, sejalan dengan sila ke-5 Pancasila: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“BBM Satu Harga memberikan dampak positif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat daerah 3T dengan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga BBM,” tambah Fadjar.

Adapun sebaran BBM Satu Harga berada di Sumatera sebanyak 86 titik, Kalimantan 112 titik, Sulawesi 60 titik, Nusa Tenggara 102 titik, Maluku 87 titik, Papua 121 titik, serta Jawa dan Bali sebanyak 5 titik.

Selain program BBM Satu Harga, Pertamina juga mendorong pengembangan Pertashop sebagai jaringan distribusi energi yang lebih luas, termasuk untuk produk non-subsidi seperti Pertamax 92 dan Bright Gas. Kehadiran Pertashop diharapkan turut mendukung pertumbuhan ekonomi desa serta pemerataan energi.

Di sisi lain, untuk LPG subsidi, Pertamina menjalankan program One Village One Outlet (OVOO). Saat ini program tersebut telah menjangkau 70.448 desa/kelurahan atau 98% wilayah Indonesia. Keberadaan pangkalan LPG ini memudahkan masyarakat, termasuk di wilayah pelosok, memperoleh LPG dengan harga yang terjangkau.

“Upaya distribusi energi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk menggerakkan industri, sehingga ekonomi nasional dapat berjalan dengan baik,” jelas Fadjar.

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina juga berperan dalam mendukung transisi energi menuju target Net Zero Emission 2060. Pertamina terus melaksanakan program-program berkelanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasionalnya.

Dengan berbagai langkah ini, Pertamina menegaskan komitmennya menghadirkan energi hingga ke pelosok negeri, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru