Selasa, 07 April 2026

Pemprov Jateng Dukung Program Hulu ke Hilir untuk Perkuat Kemandirian Pangan

Kamis, 18 September 2025 12:16 WIB
Pemprov Jateng Dukung Program Hulu ke Hilir untuk Perkuat Kemandirian Pangan
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, meninjau produk pangan lokal di salah satu toko SRC usai peresmian ekspansi Program Hulu ke Hilir Mendukung Kemandirian Pangan di Semarang, Selasa (16/9/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengapresiasi kolaborasi strategis PT HM Sampoerna Tbk melalui Sampoerna Retail Community (SRC), Perum Bulog, dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan pokok berkualitas dan terjangkau.

Apresiasi itu disampaikan dalam acara peresmian ekspansi Program Hulu ke Hilir Mendukung Kemandirian Pangan yang digelar di MAC Ballroom, Kota Semarang, Selasa.

Program ini juga melibatkan 10 ribu toko SRC di seluruh Indonesia sebagai mitra distribusi pangan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar penting bagi keberlangsungan bangsa.

“Sehebat apapun kekuatan fisik yang dimiliki suatu negara, tanpa pangan tidak akan berarti apa-apa. Karena itu, ketahanan pangan harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Menurutnya, Jawa Tengah sebagai provinsi penyangga pangan menghadapi tantangan serius, seperti keterbatasan lahan, regenerasi petani, hingga ketersediaan air. Oleh karena itu, keterlibatan mitra swasta sangat penting dalam mendampingi petani dari hulu ke hilir.

“Keterlibatan PT Sampoerna dalam mendampingi petani dari hulu ke hilir merupakan langkah nyata yang patut diapresiasi,” katanya.

Sumarno berharap ekspansi program tersebut dapat memperkuat ekosistem pangan berkelanjutan di Jawa Tengah.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, kesejahteraan petani terangkat, UMKM semakin berdaya saing, dan masyarakat Jawa Tengah bisa lebih sejahtera,” tambahnya.

Pimpinan PT HM Sampoerna Tbk, Wilson Andrew, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung kemandirian pangan nasional.

“Kami berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi rakyat melalui pengembangan usaha dari hulu ke hilir,” ucapnya.

Wilson menambahkan, melalui program Rumah Pangan Kita (RPK), sebanyak 10.000 toko kelontong SRC di seluruh Indonesia ditargetkan menjadi mitra distribusi pangan pokok. Program ini sebelumnya diuji coba di Jawa Tengah dan DIY dengan nilai transaksi mencapai Rp4,1 M hanya dalam enam bulan, dan kini siap diperluas secara nasional.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Bulog Jateng, Sri Muniati, menegaskan peran SRC dalam memperluas jangkauan distribusi pangan terjangkau.

“Bulog memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. Melalui sinergi dengan SRC, kami bisa memperluas jaringan Rumah Pangan Kita. Hingga saat ini, di Jawa Tengah sudah ada 431 SRC yang bersinergi menjadi RPK, dengan 373 SRC di antaranya aktif beroperasi. Angka partisipasi mencapai 81% ini menunjukkan kolaborasi luar biasa. Target kami, 875 SRC di Jateng bisa bergabung menjadi sahabat RPK Bulog,” ungkapnya.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal APPSI sekaligus Tenaga Ahli Menteri Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi Mujiburrohman, Direktur SRC Indonesia Sembilan Romulus Sutanto, serta Ketua Umum Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia Sriyadi Purnomo.

Dengan adanya kolaborasi multipihak ini, Pemprov Jateng optimistis ketahanan pangan di wilayahnya semakin kuat dan mampu menjadi model bagi daerah lain. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru