Selasa, 07 April 2026

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Beras Terjaga, Surplus Capai 54.485 Ton

Selasa, 02 September 2025 12:30 WIB
Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Beras Terjaga, Surplus Capai 54.485 Ton
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, memberikan keterangan kepada media usai kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan KPAD, Sabtu (30/8/2025). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan beras di wilayahnya dalam kondisi aman dan terkendali. Masyarakat diimbau untuk tidak panik meski harga beras belakangan ini mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyampaikan bahwa hingga Agustus 2025, stok beras mencapai 77.923 ton. Sementara kebutuhan masyarakat hanya sekitar 23.438 ton, sehingga tercatat surplus sebesar 54.485 ton.

“Kalau dilihat dari stok, kita aman dan cukup. Jadi warga tidak perlu khawatir,” ujar Gin Gin usai kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan KPAD, Sabtu.

Ia menambahkan, kondisi ini menunjukkan bahwa Kota Bandung tidak mengalami kekurangan beras. Setiap bulan, ketersediaan selalu mencukupi bahkan melebihi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Gin Gin mengakui adanya gejolak harga di pasaran. Harga eceran tertinggi (HET) beras medium yang ditetapkan Rp12.500 kini dijual sekitar Rp13.900. Kenaikan ini masih di bawah 15 persen dan relatif bisa dikendalikan.

“Kita turunkan beras SPHP di pasaran untuk menjaga stabilitas harga. Memang ada kecenderungan beras premium dari merek tertentu agak langka, tapi itu tidak mengganggu keseluruhan ketersediaan dan harga beras di Kota Bandung,” jelasnya.

Sebagai langkah pengendalian, Pemkot Bandung bersama pemerintah pusat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak. Masyarakat dapat membeli beras dengan harga lebih terjangkau sehingga menekan potensi lonjakan harga.

Selain GPM, Pemkot juga rutin melaksanakan operasi pasar dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak kepanikan membeli.

“Warga tidak perlu panik. Beras tersedia dan kita sudah berkoordinasi dengan tempat penyimpanan stok beras. Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, stok bisa langsung dikeluarkan,” ujar Gin Gin.

Ia menambahkan, koperasi Merah Putih juga ikut mendukung upaya stabilisasi harga di Kota Bandung. Ditambah dengan jaminan dari Bulog, stok beras dipastikan aman hingga enam bulan ke depan.

“Jadi masyarakat Kota Bandung tidak perlu khawatir. Ketersediaan beras aman dan harga bisa kita kendalikan bersama,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru