Rabu, 27 Mei 2026

Gus Yasin dan Ning Nawal Terkesan dengan Produk Fesyen Lokal di Festival Jateng Syariah 2025

Sabtu, 16 Agustus 2025 12:10 WIB
Gus Yasin dan Ning Nawal Terkesan dengan Produk Fesyen Lokal di Festival Jateng Syariah 2025
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin bersama Ketua Dekranasda Jateng Nawal Arafah Yasin meninjau stan produk fesyen halal pada Festival Jateng Syariah (Fajar) 2025 di Hotel Queen City, Semarang, Kamis (14/8/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Berbagai produk fesyen seperti batik dan wastra nusantara dengan motif etnik dan warna hangat memikat pengunjung di lobi Hotel Queen City, Kota Semarang, Kamis, dalam Festival Jateng Syariah (Fajar) 2025.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dan sang istri yang juga Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin, tampak antusias menyusuri puluhan stan yang memamerkan fesyen halal, mulai dari batik tulis klasik hingga wastra dengan sentuhan desain modern.

Ketertarikan keduanya terlihat jelas saat berhenti di beberapa stan UMKM lokal. Gus Yasin menunjuk salah satu batik bermotif kontemporer dan berkata, “Lihat, ini Mi. Bagus ya motif dan warnanya.”

“Produk-produk lokal seperti ini yang harus terus kita dukung,” sahut Ning Nawal sambil tersenyum. Mereka juga berdialog hangat dengan pengrajin, mendengar cerita di balik motif dan teknik pewarnaan alami yang digunakan.

Selain fesyen, festival ini menampilkan berbagai produk kuliner dan UMKM yang sudah tersertifikasi halal, mulai dari makanan berat hingga jajanan ringan.

Festival Jateng Syariah merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI). Tahun ini mengangkat tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui Pengembangan Halal Value Chain untuk Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Jawa Tengah.”

Wagub Taj Yasin mengajak seluruh stakeholder mendukung terciptanya ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim, sebagai salah satu program prioritas Pemprov Jateng.

“Pemprov Jateng serius menggarap sektor pariwisata ramah muslim di 35 kabupaten/kota. Berbagai upaya dilakukan dari hulu hingga hilir untuk mendukung ekosistem ini,” ujar Gus Yasin saat konferensi pers seusai membuka acara.

Dalam praktiknya, pembangunan ekosistem ini mencakup Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) halal, pelatihan juru sembelih halal (Juleha), hingga sertifikasi halal untuk produk olahan makanan dan fesyen sebelum dipasarkan.

Gus Yasin menambahkan, pihaknya mengajak mal-mal di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang untuk menyediakan halal corner, memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim.

Sementara itu, Kepala KPwBI Jateng, Rahmat Dwisaputra, menegaskan dukungan pihaknya terhadap visi Pemprov Jateng dalam membangun nilai rantai halal (halal value chain) untuk memperkuat stabilitas dan kemandirian ekonomi.

“Sinergi ini mencakup berbagai sektor, mulai makanan, minuman, fesyen, pembiayaan, keuangan, hingga pariwisata ramah muslim. Ke depan, sertifikasi halal juga akan berlaku untuk produk fesyen dan wastra nusantara,” jelas Rahmat.

Festival Jateng Syariah 2025 diharapkan menjadi ajang promosi produk lokal, sekaligus memperkuat ekonomi syariah Jawa Tengah dan mendukung pertumbuhan UMKM berbasis halal. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Percepat Transformasi Pengendalian Kanker Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Global
SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga, VfL Wolfsburg Terdegradasi Setelah 29 Musim
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh 2026 Mulai 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital lewat ETLE
Uzbekistan Umumkan Skuad Sementara untuk Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru