Selasa, 07 April 2026

Menkeu Sri Mulyani: Indonesia Berpeluang Jadi Role Model Ekonomi Syariah Dunia

Jumat, 15 Agustus 2025 12:24 WIB
Menkeu Sri Mulyani: Indonesia Berpeluang Jadi Role Model Ekonomi Syariah Dunia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan paparan dalam Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (13/8/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi role model bagi negara-negara muslim dunia apabila mampu membangun struktur ekonomi berbasis syariah secara tepat dan berintegritas.

Pernyataan tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI Tahun 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, penerapan prinsip syariah harus dilakukan dengan benar tanpa menambah beban, menciptakan inefisiensi, ataupun membuka peluang moral hazard.

“Kalau kita bisa membangun struktur ekonomi syariah yang benar, saya yakin kita akan melejit nomor satu di dunia,” ujar Menkeu.

Ia menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dengan meneladani sifat Rasulullah SAW, yakni integritas (shidiq dan amanah), transparansi (tabligh), serta kecerdasan adaptif (fathonah) dalam mengelola keuangan negara.

Sri Mulyani mencontohkan inovasi cash waqf linked sukuk sebagai instrumen pembiayaan syariah yang telah diakui secara internasional. Inovasi ini mendapatkan penghargaan dari Islamic Development Bank sebagai model pembiayaan sosial berbasis wakaf yang inovatif.

“Sudah ada rumah sakit mata yang dibangun. Segera menyusul proyek-proyek lain yang akan terus kita tingkatkan,” ungkapnya.

Menurut Menkeu, keberhasilan Indonesia dalam mengelola ekonomi syariah secara baik akan menjadikannya teladan bagi negara muslim lain yang ingin memadukan nilai-nilai Islam dengan pertumbuhan ekonomi modern.

“Kita menjalankan nilai-nilai keislaman, menjadi ekonomi besar, kuat, dan memberi kemaslahatan bagi umat. Untuk itu, kita harus terus mengelola ekonomi secara baik,” tegasnya.

Ia juga menyebut bahwa cita-cita ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Astacita. Program tersebut membangun ekonomi dari akar rumput melalui Koperasi Desa Merah Putih, pemeriksaan kesehatan gratis, makan bergizi gratis, sekolah rakyat, serta penguatan ketahanan pangan bagi petani dan nelayan.

“Saya berharap sarasehan ini fokus pada penyusunan strategi dari platform Presiden yang sudah berpihak pada keadilan di Indonesia. APBN adalah instrumen kita semua, dan akan terus digunakan untuk menjawab tujuan-tujuan ideal yang kita cita-citakan,” tutup Menkeu. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru