Selasa, 07 April 2026

Nawal Yasin Kagumi Karya Batik Tulis Difabel Magelang

Sabtu, 02 Agustus 2025 12:23 WIB
Nawal Yasin Kagumi Karya Batik Tulis Difabel Magelang
Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, berdialog dengan perajin difabel saat mencoba proses membatik di galeri IKM Center, Kota Magelang, Kamis (31/7/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Magelang (buseronline.com) - Suasana hangat dan penuh semangat terlihat di galeri Industri Kecil dan Menengah (IKM) Center, Kota Magelang, saat sejumlah penyandang disabilitas dengan telaten menyelesaikan karya batik tulis mereka, Kamis.

Di tengah aktivitas tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, hadir dan menyampaikan kekagumannya terhadap hasil karya para difabel tersebut.

Dengan duduk bersila di atas karpet, para perajin tampak serius meniup canting dan mengguratkan malam cair ke permukaan kain putih. Goresan demi goresan itu membentuk motif bunga dan ornamen khas lainnya yang menampilkan keindahan batik tulis khas Magelang.

"Bagus sekali batiknya," ungkap Nawal dengan mata berbinar, usai melihat langsung proses kreatif para perajin.

Dalam kunjungannya, istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut tak hanya menyapa dan memberi semangat, tapi juga ikut mencoba membatik. Meskipun mengaku belum mahir, Nawal tetap mencoba menggoreskan malam ke kain menggunakan canting, didampingi para perajin yang sabar memberi arahan.

"Saya memang tidak begitu bisa membatik, tapi ternyata bisa juga ya kalau dilatih. Perajin di sini hebat-hebat," ujarnya.

Kekaguman Nawal kian bertambah saat melihat hasil karya batik para difabel yang dipajang rapi di atas kayu display. Ia mengamati satu per satu kain batik dengan penuh apresiasi, memperhatikan detail motif dan kerapian goresan yang dibuat dengan ketekunan tinggi.

“Batiknya bagus, rapi sekali detailnya. Sampai ke bagian kecil-kecil, mereka kerjakan dengan teliti. Satu kain bisa selesai dalam satu hari, luar biasa,” puji Nawal.

Sebagai bentuk dukungan dan apresiasinya, Nawal membeli beberapa koleksi batik yang diproduksi komunitas difabel tersebut. Ia juga tak melewatkan kesempatan mencoba teknik membatik ramah lingkungan, yakni batik ecoprint.

Dengan duduk lesehan bersama para perajin, Nawal memukulkan palu ke daun-daun yang dibungkus plastik dan ditempelkan ke atas kain putih, agar warna alami daun berpindah ke kain.

“Warna batiknya hijau alami. Ini teknik yang ramah lingkungan dan sangat menarik,” ungkapnya sembari menunjukkan hasil ecoprint yang ia buat.

Ketua Komunitas Disabilitas Kota Magelang, Ariyani, menyampaikan bahwa para difabel di komunitasnya sudah terbiasa mengerjakan batik tulis secara mandiri. Mereka bebas berkreasi dengan motif sendiri, namun juga sering memenuhi pesanan khusus.

“Kalau ada yang request motif tertentu, kami bisa sesuaikan. Jadi bisa batik sesuai permintaan pelanggan,” jelas Ariyani.

Kehadiran Nawal di tengah para difabel pembatik menjadi penyemangat tersendiri bagi komunitas ini. Apresiasi yang ia berikan tidak hanya dalam bentuk kata-kata, tapi juga melalui tindakan nyata mendukung hasil karya mereka. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru