Selasa, 07 April 2026

Kemdiktisaintek dan BKPM Pacu Investasi SDM Unggul Lewat Kemitraan Strategis

Rabu, 30 Juli 2025 10:21 WIB
Kemdiktisaintek dan BKPM Pacu Investasi SDM Unggul Lewat Kemitraan Strategis
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu berdiskusi dalam pertemuan pembahasan kemitraan investasi berbasis penguatan SDM. (Dok/Diktisaintek)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus mendorong hilirisasi dan percepatan investasi sebagai strategi utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Namun, upaya ini juga harus sejalan dengan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, terutama di daerah-daerah penghasil sumber daya alam yang menjadi pusat investasi strategis.

Hal tersebut menjadi perhatian utama dalam pertemuan antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, dan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, yang menyepakati rumusan skema kemitraan investasi berbasis penguatan SDM.

“Insentif investasi bukan hanya angka, tetapi instrumen untuk membangun manusia. Perguruan tinggi harus dilibatkan sejak awal, supaya manfaatnya langsung menyasar peningkatan kualitas SDM,” tegas Wamen Fauzan.

Langkah ini menjawab tantangan yang tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, di mana Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Indonesia mencapai 69,58 persen, namun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih berada di angka 5,3 persen. Di sisi lain, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi baru menyentuh 31,45 persen, menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi dan pelatihan vokasional belum merata, terutama di daerah-daerah kaya sumber daya.

Dalam kerangka kemitraan ini, perusahaan akan diarahkan untuk mengalokasikan sebagian insentif investasi ke dalam program-program strategis seperti beasiswa pendidikan tinggi, riset terapan, pengembangan vokasi, dan pemberdayaan perguruan tinggi lokal. Skema teknisnya saat ini tengah difinalisasi lintas kementerian.

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menambahkan bahwa manfaat investasi harus memiliki dampak jangka panjang, bukan hanya dalam bentuk infrastruktur fisik, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas manusia di daerah investasi.

“Kalau kontribusi hanya fisik, cepat habis. Kita ingin SDM-nya yang diperkuat, agar manfaatnya panjang dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kedua wakil menteri sepakat bahwa pendekatan ini memerlukan keterlibatan aktif dari pemerintah daerah, dunia usaha, serta institusi pendidikan tinggi di wilayah masing-masing. Dengan menciptakan rantai nilai investasi yang terintegrasi dengan pengembangan SDM, Indonesia diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.

“Ini saatnya kita memastikan bahwa investasi membawa dampak langsung bagi masyarakat melalui pendidikan. Indonesia harus berdaulat di tanahnya sendiri dengan SDM tangguh dan riset yang terarah,” ujar Fauzan.

Dalam waktu dekat, Kemdiktisaintek dan BKPM akan menyusun panduan implementasi dan model insentif berbasis SDM yang dapat dijadikan rujukan oleh pemerintah daerah dan investor. Diharapkan, kolaborasi ini menjadi model kemitraan investasi masa depan yang berorientasi pada pembangunan manusia secara menyeluruh. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru