Kamis, 23 Juli 2026

Laporan BPS Juni 2025: Kota Bandung Catat Pertumbuhan Ekonomi Stabil, Inflasi Terkendali, dan Pariwisata Meningkat

Senin, 07 Juli 2025 12:09 WIB
Laporan BPS Juni 2025: Kota Bandung Catat Pertumbuhan Ekonomi Stabil, Inflasi Terkendali, dan Pariwisata Meningkat
Suasana ruang tamu salah satu hotel di Kota Bandung yang tingkat okupansinya meningkat pada Mei 2025, seiring bangkitnya sektor pariwisata menurut laporan BPS Kota Bandung. (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung merilis laporan terkini yang menunjukkan kinerja ekonomi Kota Bandung tetap stabil dengan inflasi terkendali serta sektor pariwisata yang kembali menggeliat.

Laporan yang disampaikan pada Selasa (1/7/2025) itu menyoroti tiga indikator utama pembangunan ekonomi: inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan sektor pariwisata.

Dalam laporan tersebut, BPS mencatat laju inflasi bulanan (month-to-month) Kota Bandung pada Juni 2025 sebesar 0,27 persen. Angka ini sejajar dengan rata-rata inflasi Provinsi Jawa Barat dan sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 0,19 persen.

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) Kota Bandung tercatat sebesar 1,46 persen, lebih rendah dari rata-rata Jawa Barat (1,78 persen) dan nasional (1,87 persen). Adapun inflasi kumulatif sejak awal tahun (year-to-date) tercatat sebesar 0,93 persen, menjadikan Kota Bandung sebagai daerah dengan inflasi terendah kedua di Jawa Barat.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan andil 0,19 persen. Kenaikan harga komoditas seperti cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit menjadi pemicu utama. Sementara itu, pada inflasi tahunan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, terutama emas perhiasan, memberikan andil terbesar sebesar 0,53 persen.

“Inflasi tetap dalam batas aman dan terkendali, menunjukkan efektivitas pengendalian harga dan distribusi barang kebutuhan pokok di Kota Bandung,” tulis BPS dalam laporan resminya.

Selain inflasi, sektor pariwisata juga menjadi sorotan positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Bandung pada Mei 2025 mencapai 53,03 persen, naik 1,38 poin dibandingkan April 2025. Capaian ini jauh melampaui rata-rata TPK Provinsi Jawa Barat (37,59 persen) dan nasional (37,06 persen).

Hotel berbintang mencatatkan TPK sebesar 56,91 persen, sementara hotel nonbintang tetap menunjukkan performa kompetitif dengan angka 38,60 persen. Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) juga meningkat, yakni 1,43 malam untuk hotel berbintang dan 1,28 malam untuk hotel nonbintang.

BPS mencatat bahwa lonjakan sektor pariwisata tidak terlepas dari berbagai event besar yang digelar sepanjang Mei 2025, seperti Bandung Kota Angklung, Bandung Color Run, Indonesia Tourism & Trade Investment Expo, Be On Fest, Bazar UMKM Jabar, Bandung Lautan VW, hingga Tau-Tau Festival.

Di sisi pertumbuhan ekonomi, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Bandung pada triwulan I-2025 tumbuh sebesar 4,80 persen secara tahunan (year-on-year). Walaupun sempat mengalami kontraksi -0,11 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter) karena faktor musiman, Kota Bandung tetap menunjukkan performa kuat dan menempati posisi ketiga tertinggi di kawasan Bandung Raya, setelah Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung Barat.

Secara keseluruhan, laporan BPS menunjukkan bahwa Kota Bandung berhasil menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika regional dan nasional, dengan kinerja positif di sektor inflasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
LBH Medan Minta Hak Keluarga Korban Ledakan Grand Polonia Dipenuhi
Pemkab Garut Terima Bantuan Dua Unit Portable USG Senilai Rp400 Juta
Kemenag Banda Aceh Gandeng Densus 88 Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN
Di Balik Adhi Makayasa, Ada Doa Orang Tua dan Tekad Mengabdi untuk Negeri
Wagub Jabar Apresiasi Festival Rakyat Nusantara 2026, Dorong UMKM Terus Berkembang
Presiden Prabowo Jamu Perwira Remaja TNI-Polri dan Keluarga di Istana
komentar
beritaTerbaru