Rabu, 22 Juli 2026

APBN 2025 Tetap Sehat dan Kredibel di Tengah Dinamika Global

Jumat, 04 Juli 2025 12:25 WIB
APBN 2025 Tetap Sehat dan Kredibel di Tengah Dinamika Global
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyampaikan laporan Semester I dan Prognosis Semester II APBN 2025 dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (1/7/2025). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 tetap sehat dan kredibel di tengah dinamika global yang kian tidak menentu.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan Laporan Semester I dan Prognosis Semester II APBN 2025 dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, Selasa.

Dalam paparannya, Menkeu menjelaskan bahwa pelaksanaan APBN 2025 pada semester pertama berlangsung dalam situasi global yang kompleks. Faktor seperti pelemahan ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta perang dagang turut memengaruhi berbagai indikator fiskal nasional.

“APBN di dalam suasana yang sangat tidak pasti ini terus harus siap menjadi instrumen yang mampu melakukan tiga fungsi sesuai dengan Undang-Undang Keuangan Negara: sebagai stabilizer atau shock absorber, fungsi alokasi, dan fungsi distribusi,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Hingga akhir Juni 2025, total penerimaan negara telah mencapai Rp1.210,19 T. Meskipun tekanan dari penurunan harga komoditas sempat memperlambat kinerja penerimaan negara, terutama pada awal tahun, tren positif mulai terlihat kembali.

“Bulan Juni sudah mulai positif growth, bahkan double digit di 10,9%. Ini memberi harapan bahwa di semester II kita bisa berharap untuk stabilisasi dari penerimaan pajak, karena pajak adalah backbone dari penerimaan negara,” jelas Sri Mulyani.

Dari sisi belanja, pemerintah telah merealisasikan anggaran sebesar Rp1.407,1 T hingga akhir semester pertama 2025. Capaian ini mencakup pelaksanaan dua paket stimulus fiskal yang dirancang untuk menjaga daya beli dan memperkuat konsumsi masyarakat.

Stimulus pertama yang diluncurkan pada triwulan I senilai Rp33 T diwujudkan dalam bentuk diskon tarif listrik dan perpanjangan PPh Final 0,5% bagi pelaku UMKM. Sedangkan stimulus kedua pada triwulan II senilai Rp24,4 T mencakup diskon tiket kereta api, potongan tarif tol, hingga subsidi upah.

Selain itu, sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga mulai terealisasi. Di antaranya adalah:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG): realisasi Rp5 T

Program Ketahanan Pangan: realisasi Rp47,3 T

Anggaran Pendidikan: Rp259,3 T

Anggaran Kesehatan: Rp78,6 T

Menkeu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada semester kedua berada di kisaran 4,7–5,0%, dengan inflasi diperkirakan tetap terjaga pada rentang 2,2–2,6%. Target penerimaan negara sepanjang tahun 2025 dipatok sebesar Rp2.865,5 T atau 95,4% dari target tahunan, dengan strategi optimalisasi yang terus dijalankan.

Pemerintah juga memastikan kebijakan fiskal tetap adaptif dan antisipatif terhadap dinamika global, sambil menjaga konsistensi terhadap program-program nasional yang menjadi prioritas.

“APBN 2025 luar biasa dinamis dalam pelaksanaannya. Tapi kami akan berusaha untuk menstabilkan dan bekerja keras agar APBN tetap terjaga sehat dan kredibel,” pungkas Menkeu Sri Mulyani.

Dengan perencanaan dan eksekusi yang hati-hati, APBN 2025 diharapkan tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, melindungi masyarakat dari dampak eksternal, serta memastikan pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Mahasiswa dan Dosen PBSI UNIKA Medan Tanam Pohon, Wujudkan Nilai Kepramukaan dan Kepedulian Lingkungan
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi
Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi
komentar
beritaTerbaru